Kemenpora Siapkan Strategi Hadapi Kompleksitas Logistik SEA Games 2027 di Malaysia

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 00:30 WIB
Kemenpora Siapkan Strategi Hadapi Kompleksitas Logistik SEA Games 2027 di Malaysia

MURIANETWORK.COM - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah mengawali langkah strategis untuk menghadapi tantangan unik SEA Games 2027 di Malaysia. Persiapan dini ini dianggap krusial mengingat ajang olahraga regional tersebut akan diselenggarakan di empat wilayah berbeda, yang berpotensi menambah kompleksitas logistik dan mobilitas atlet. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan hal itu usai menggelar pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo, serta Presiden Komite Olimpiade Indonesia (NOC), Raja Sapta Oktohari, di Jakarta.

Antisipasi Kompleksitas Logistik dan Persaingan Ketat

Pembagian lokasi pertandingan ke dalam empat daerah di Malaysia menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan. Erick Thohir menekankan bahwa meski waktu pelaksanaan masih sekitar satu setengah tahun lagi, koordinasi intensif, termasuk dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, harus segera dimatangkan. Dukungan dari pihak yang memahami kondisi lapangan di Malaysia dinilai vital untuk menyiapkan segala kebutuhan kontingen.

“Pada SEA Games nanti ada empat wilayah yang menjadi lokasinya. Sehingga mungkin nanti beberapa hal perlu dipersiapkan, seperti dari segi logistik dan mobilitas para atlet, dan persiapan lainnya, juga yang perlu dukungan dari KBRI yang lebih tahu kondisi di sana,” terang Menpora.

Selain aspek teknis, Kemenpora juga memetakan peta persaingan yang diperkirakan akan sangat sengit. Sebagai tuan rumah, Malaysia dipastikan akan berambisi menjadi juara umum. Posisi runner-up pun akan diperebutkan dengan ketat oleh negara-negara dengan tradisi olahraga kuat di kawasan, seperti Thailand dan Vietnam.

“Artinya kita harus kembali mulai mempersiapkan dengan benar. Berarti persaingan kita nanti dengan Thailand dan Vietnam, yang tentu ingin menempati nomor dua dan tiga. Nah, kita tentu berkompetisi yang sama di posisi itu,” jelas Erick Thohir lebih lanjut.

Sinergi dengan NOC dan Peran Strategis KBRI

Dari sisi kelembagaan, Komite Olimpiade Indonesia (NOC) telah menjalin komunikasi informal dengan rekanannya di Malaysia. Dialog ini tidak hanya membahas penyelenggaraan, tetapi juga visi bersama untuk meningkatkan kualitas SEA Games sebagai batu loncatan menuju ajang yang lebih bergengsi.

Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, memaparkan bahwa semangat kolaborasi sudah terbangun. Fokusnya adalah bagaimana memanfaatkan momentum ini untuk membuka peluang yang lebih besar bagi atlet-atlet Asia Tenggara.

“Nah spiritnya sejauh ini sudah sama, bagaimana memaksimalkan fungsi SEA Games supaya lebih banyak nomor Olimpiade dan kalau bisa bahkan lisensi supaya bisa mendapatkan tiket ke Olimpiade 2028,” sebut Oktohari.

Di sisi diplomasi, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia menyatakan komitmen penuh perwakilan Indonesia di Kuala Lumpur. KBRI siap menjadi mitra yang mendukung setiap langkah persiapan teknis dan non-teknis, memastikan kontingen Merah Putih dapat berjuang dengan nyaman dan maksimal di tanah rantau.

“Kami dari KBRI Kuala Lumpur intinya siap untuk menyukseskan dan mendukung semua langkah dan semua persiapan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga serta NOC untuk seluruh daerah yang akan menjadi penyelenggara SEA Games ini nanti di Malaysia,” ucap Dubes Iman.

Pertemuan ini menandai fase persiapan yang lebih konkret, mengedepankan pendekatan kolaboratif antarlembaga. Langkah-langkah antisipatif terhadap tantangan logistik dan analisis kompetisi yang realistis menunjukkan upaya untuk membangun fondasi yang kuat jauh sebelum pertandingan dimulai.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar