Pagi itu di Perlintasan Stasiun Poris, Kota Tangerang, suasana tiba-tiba berubah kacau. Sebuah truk trailer tertabrak hebat oleh Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta. Kejadiannya Jumat, 20 Februari 2026. Dugaan sementara, sang sopir nekat menerobos palang pintu perlintasan yang seharusnya sudah ditutup.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, langsung memaparkan kronologinya. Truk kontainer itu melaju dari arah Cipondoh menuju Daan Mogot.
"Mobil kontainer datang dari arah Cipondoh menuju Daan Mogot, pada saat kereta bergerak truk itu masuk ke perlintasan namun badan truk masih di atas rel sehingga tidak sempat melaju. Akhirnya badan kontainer tertabrak kereta api dan terseret kurang lebih 100 meter,"
Jelas Jauhari, Jumat lalu. Gambar di lokasi menunjukkan besarnya dampak benturan itu.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Menurut penyelidikan polisi yang merangkum keterangan saksi, truk itu jelas-jelas menerobos. Peringatan dari pos jaga di perlintasan sama sekali diabaikan. Bunyi sirene yang keras pun seolah tak didengar sang pengemudi.
"Berdasarkan keterangan awal saat kereta melintas itu, bunyi sirene sebelumnya sudah dinyalakan oleh petugas," tambah Jauhari.
"Namun palang pintunya belum bergerak menutup, entah apa yang dirasa sopir tetap menjalankan kontainernya sehingga terjadi tabrakan,"
Akibatnya? Cukup parah. Rute kereta Tangerang-Duri langsung lumpuh total. Bayangkan saja, gerbong kereta terpelanting ke kiri rel, sementara badan truk kontainer yang ringsek menghadang di sisi kanan. Jalur benar-benar terblokir.
KAI pun mengeluarkan pengumuman darurat. Untuk sementara, perjalanan commuter line relasi Duri-Tangerang hanya bisa sampai Stasiun Rawa Buaya saja. Lebih repot lagi, pemberangkatan dari Stasiun Tangerang dibatalkan. Begitu pula dengan perjalanan KA Bandara Soekarno-Hatta. Ribuan penumpang pastinya terdampak, harus mencari alternatif transportasi lain di tengah kesibukan pagi.
Insiden ini lagi-lagi menyoroti sikap ugal-ugalan di perlintasan kereta. Palang pintu dan sirene bukanlah hiasan. Tapi nyawa taruhannya.
Artikel Terkait
Investasi Jangka Panjang: Lima Strategi Kunci untuk Ketahanan Finansial
KPK Pastikan Penyelidikan Tiga Kasus Korupsi Kementan Masih Berjalan
Inara Rusli Minta Maaf kepada Wardatina Mawa Usai Laporan Polisi
Jokowi Sarankan Negara Berkembang Fokus pada Aplikasi AI di Forum Global