Dirut Vale Indonesia Soroti Pengelolaan Tambang yang Bertanggung Jawab di Tengah Gejolak Nikel

- Jumat, 20 Februari 2026 | 13:05 WIB
Dirut Vale Indonesia Soroti Pengelolaan Tambang yang Bertanggung Jawab di Tengah Gejolak Nikel

MURIANETWORK.COM - Presiden Direktur Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan peran strategis sektor pertambangan sebagai tulang punggung peradaban modern. Dalam paparannya, ia mengakui adanya risiko lingkungan namun menekankan bahwa dampak tersebut dapat dikelola melalui praktik operasi yang bertanggung jawab. Pernyataan ini disampaikan di tengah kondisi pasar nikel yang sedang bergejolak, di mana perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk pembangunan ekosistem industri, untuk menjaga ketahanan bisnis.

Mengelola Dampak, Bukan Memusuhi Industri

Bernardus Irmanto menyoroti pentingnya pendekatan yang bijak dalam menyikapi industri ekstraktif. Menurutnya, fokus kritik seharusnya bukan pada keberadaan tambang itu sendiri, melainkan pada cara pengelolaannya. Ia berargumen bahwa dengan praktik pertambangan yang baik dan berstandar tinggi, berbagai dampak lingkungan yang kerap dikhawatirkan masyarakat sebenarnya dapat dimitigasi secara efektif.

“Jika ada dampak buruk lingkungan karena aktivitas tambang, maka jangan memusuhi tambangnya, tapi yang dimusuhi adalah praktik pertambangan yang tidak baik,” tegas Irmanto. “Karena sebetulnya dampak lingkungan bisa dikelola dengan baik, jika praktik pertambangannya baik,” lanjutnya.

Strategi Menghadapi Gejolak Pasar Nikel

Di sisi lain, perusahaan juga harus berhadapan dengan realitas pasar yang dinamis. Irmanto mengakui bahwa harga nikel memang sedang mengalami fluktuasi, sebuah kondisi yang menuntut kelincahan dan perencanaan matang dari setiap pelaku industri.

Untuk mengatasi tantangan ini, Vale Indonesia tidak hanya bergantung pada kondisi pasar. “Vale Indonesia sudah membuat strategi untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya adalah membentuk ekosistem nikel,” ungkapnya. Langkah ini mengindikasikan upaya perusahaan untuk tidak sekadar sebagai penambang, tetapi juga terlibat dalam pengembangan rantai nilai yang lebih luas dan berkelanjutan, guna menciptakan stabilitas jangka panjang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar