Suasana memanas lagi. Pemerintah Iran baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras: semua pangkalan militer, fasilitas, dan aset Amerika Serikat bakal dianggap sebagai "target yang sah". Ini adalah respons langsung atas ancaman dan kemungkinan serangan militer dari Washington.
Peringatan itu disampaikan lewat surat resmi. Amir Saeid Iravani, Duta Besar Iran untuk PBB, yang menulisnya. Surat tersebut ditujukan kepada Sekjen PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan.
Latar belakangnya adalah gerakan militer AS yang kian masif. Presiden Donald Trump sebelumnya telah mengerahkan kapal perang, jet tempur, dan berbagai peralatan tempur lain ke kawasan Timur Tengah. Tujuannya, kata Washington, untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir sebuah klaim yang selalu dibantah keras oleh Teheran.
Menurut laporan kantor berita AFP, Jumat lalu, surat Dubes Iravani itu juga merujuk pada unggahan media sosial Trump.
Di postingan Rabu sebelumnya, Trump menyebut AS mungkin akan menggunakan pangkalan militer Inggris, termasuk satu yang terletak di sebuah pulau di Samudra Hindia. Syaratnya, "jika Iran memutuskan untuk tidak membuat kesepakatan."
Artikel Terkait
Transaksi SPKLU di Sulselrabar Melonjak 208% Saat Mudik Lebaran
Wamendagri Apresiasi Capaian Ekonomi Kepri, Soroti Perlu Optimalisasi Belanja Daerah
Tata Cara dan Keutamaan Sholat Dhuha, Ibadah Pagi yang Sarat Harapan
Pemulihan Pascabencana Sumatra: Sumbar Paling Cepat, Aceh Tamiang Masih Butuh Perhatian Serius