Tak ketinggalan, lumpur sisa banjir yang masih menumpuk di beberapa titik. Pembersihannya melibatkan banyak tangan; TNI, Polri, sampai para praja IPDN dari Kemendagri turun langsung.
"Di samping itu [membersihkan] lumpur-lumpur yang ada, kita bergotong royong," jelas Tito.
Di bulan suci ini, dia juga mengajak warga untuk memaknai musibah dengan cara lain. Bencana, katanya, harus jadi momentum untuk menguatkan iman.
"Kita semua percaya kepada Allah SWT bahwa apa yang terjadi adalah takdir dari Allah SWT, dan kita justru dengan adanya bencana ini, dapat memperkuat keimanan kita kepada Allah SWT," paparnya.
Sebelum acara berbuka, Tito menyerahkan bantuan paket perlengkapan ibadah. Bantuan itu termasuk Al-Qur'an yang disebutnya sebagai amanah dari Presiden Prabowo Subianto. Dia pun meminta doa dari seluruh masyarakat agar sang Presiden diberi kesehatan dan kekuatan menjalankan tugas.
Dalam kunjungan kerja itu, Tito tak sendirian. Dia didampingi sejumlah pejabat, seperti istrinya Tri Tito Karnavian, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Rektor IPDN Halilul Khairi, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta pejabat terkait lainnya. Kehadiran mereka bersama-sama setidaknya memberi sinyal bahwa pemulihan Aceh Tamiang masih menjadi perhatian serius.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Plastik, Pedagang Pasar Keluhkan Kenaikan 50%
Kemkomdigi Tegaskan Rating Usia di Steam Bukan Klasifikasi Resmi IGRS
Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Hadapi Serangan Infrastruktur
Kubu Rismon Tegaskan Tudingan Libatkan JK dalam Kasus Ijazah Jokowi adalah Hoaks