Hari pertama Ramadan tahun ini, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memilih untuk berbuka puasa di Aceh Tamiang. Lokasinya bukan di ruang rapat yang nyaman, melainkan di Kompleks Hunian Sementara (Huntara) Danantara, tepat di tengah-tengah masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri dari bencana banjir. Suasana di Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru itu terasa berbeda; ada nuansa haru bercampur semangat.
Dalam sambutannya, Tito tak menyembunyikan rasa syukurnya. Di tengah proses pemulihan yang belum sepenuhnya usai, momen kebersamaan ini dinilainya sangat berharga.
"Kita mensyukuri kebersamaan kita dan kita masih bisa untuk menikmati buka puasa bersama Bapak-Ibu sekalian," ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Kehadirannya, menurut dia, adalah wujud nyata kehadiran negara. Aceh Tamiang memang termasuk wilayah yang terpukul cukup berat. Tapi, kata Tito, pemulihan terus digenjot. Berbagai pihak dikerahkan, kerja keras tak boleh kendur.
"Dan kita masih terus bekerja keras, untuk memulihkan bahkan insyaallah akan lebih baik," tegasnya.
Memang, sejumlah kemajuan sudah terlihat. Jalan, listrik, jaringan internet, hingga pasar dan toko perlahan mulai berfungsi dengan baik. Itu indikator yang menggembirakan. Namun begitu, Tito menyadari pekerjaan rumah masih menumpuk. Penanganan pengungsi, pembersihan sungai, dan penyediaan air bersih adalah daftar yang harus segera dituntaskan.
Tak ketinggalan, lumpur sisa banjir yang masih menumpuk di beberapa titik. Pembersihannya melibatkan banyak tangan; TNI, Polri, sampai para praja IPDN dari Kemendagri turun langsung.
"Di samping itu [membersihkan] lumpur-lumpur yang ada, kita bergotong royong," jelas Tito.
Di bulan suci ini, dia juga mengajak warga untuk memaknai musibah dengan cara lain. Bencana, katanya, harus jadi momentum untuk menguatkan iman.
"Kita semua percaya kepada Allah SWT bahwa apa yang terjadi adalah takdir dari Allah SWT, dan kita justru dengan adanya bencana ini, dapat memperkuat keimanan kita kepada Allah SWT," paparnya.
Sebelum acara berbuka, Tito menyerahkan bantuan paket perlengkapan ibadah. Bantuan itu termasuk Al-Qur'an yang disebutnya sebagai amanah dari Presiden Prabowo Subianto. Dia pun meminta doa dari seluruh masyarakat agar sang Presiden diberi kesehatan dan kekuatan menjalankan tugas.
Dalam kunjungan kerja itu, Tito tak sendirian. Dia didampingi sejumlah pejabat, seperti istrinya Tri Tito Karnavian, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Rektor IPDN Halilul Khairi, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta pejabat terkait lainnya. Kehadiran mereka bersama-sama setidaknya memberi sinyal bahwa pemulihan Aceh Tamiang masih menjadi perhatian serius.
Artikel Terkait
NasDem Gelar Buka Puasa Bersama Tokoh Nasional, Paloh Soroti Nilai Ramadan untuk Elite Politik
Filep Wamafma Tanggapi Protes 235 Nakes Honorer Manokwari yang Diberhentikan Lewat Surat Edaran
267 Emiten BEI Perlu Tambah Free Float Rp187 Triliun untuk Patuhi Aturan Baru
Indonesia Terima Tawaran Jadi Wakil Komandan Pasukan Penjaga Perdamaian di Gaza