MURIANETWORK.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan penyesuaian sementara jadwal distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehubungan dengan libur Tahun Baru Imlek dan awal bulan Ramadan 1447 Hijriah. Pendistribusian akan dihentikan pada periode 16-17 Februari 2026 untuk Imlek dan 18-22 Februari untuk Ramadan, sebelum kembali beroperasi normal mulai 23 Februari mendatang. Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran resmi, namun penyesuaian ini tidak mengubah petunjuk teknis program secara permanen.
Penyesuaian Jadwal Libur Nasional dan Ramadan
Berdasarkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 yang ditandatangani oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, terdapat jeda dalam pendistribusian MBG selama masa libur nasional. Pada cuti bersama perayaan Tahun Baru Imlek, tepatnya tanggal 16 dan 17 Februari, kegiatan operasional program ini akan diliburkan. Selanjutnya, di awal bulan Ramadan, dari tanggal 18 hingga 22 Februari, distribusi juga akan dihentikan sementara. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan dengan dinamika pelayanan publik selama periode hari raya.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa perubahan ini bersifat sementara. "Penyesuaian pelayanan MBG pada periode hari libur dan cuti bersama dimaksud bersifat sementara dan tidak mengubah petunjuk teknis secara permanen. Setelah periode libur dimaksud berakhir, pelayanan MBG kembali mengikuti ketentuan operasional normal sesuai juknis yang berlaku," jelasnya.
Pelayanan Tetap Berjalan untuk Kelompok Rentan
Meski ada penyesuaian jadwal secara umum, BGN memastikan bahwa kelompok masyarakat yang paling membutuhkan tetap akan menerima bantuan. Program MBG tetap akan berjalan selama Ramadan, cuti bersama Lebaran, dan Tahun Baru Imlek untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Prinsip pemenuhan gizi seimbang dan keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama dalam distribusi ini.
“Pelayanan MBG pada Ramadan dan libur serta cuti bersama lebaran dan Tahun Baru Imlek tetap dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip pemenuhan gizi seimbang, keamanan pangan, ketertiban, serta akuntabilitas,” ungkap Dadan.
Adaptasi Menu Menyambut Ramadan
Menyikapi bulan suci Ramadan, BGN juga melakukan adaptasi dalam bentuk makanan yang didistribusikan. Pendekatannya akan berbeda berdasarkan karakteristik wilayah. Di daerah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak menjalankan ibadah puasa, menu MBG siap santap akan tetap dibagikan sesuai jadwal normal.
Sebaliknya, untuk menghormati dan mendukung warga yang berpuasa, distribusi di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan puasa akan disesuaikan. "Di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, MBG dapat diberikan dalam bentuk makanan kemasan sehat," tutur Dadan Hindayana. Bentuk makanan kemasan ini dirancang untuk tetap memenuhi standar gizi dan dapat dikonsumsi saat waktu berbuka atau sahur, memastikan manfaat program tetap optimal selama bulan Ramadan.
Artikel Terkait
Longsor Tutup Akses ke Curug Cibeureum di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari 2026 Awal Ramadan, Pemerintah Gelar Sidang Isbat Malam Ini
James Trafford Akui Terkejut dengan Kedatangan Donnarumma ke Manchester City
Durasi Puasa Ramadan 2026 Bervariasi, Greenland hingga 15 Jam