Meski ada penyesuaian jadwal secara umum, BGN memastikan bahwa kelompok masyarakat yang paling membutuhkan tetap akan menerima bantuan. Program MBG tetap akan berjalan selama Ramadan, cuti bersama Lebaran, dan Tahun Baru Imlek untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Prinsip pemenuhan gizi seimbang dan keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama dalam distribusi ini.
“Pelayanan MBG pada Ramadan dan libur serta cuti bersama lebaran dan Tahun Baru Imlek tetap dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip pemenuhan gizi seimbang, keamanan pangan, ketertiban, serta akuntabilitas,” ungkap Dadan.
Adaptasi Menu Menyambut Ramadan
Menyikapi bulan suci Ramadan, BGN juga melakukan adaptasi dalam bentuk makanan yang didistribusikan. Pendekatannya akan berbeda berdasarkan karakteristik wilayah. Di daerah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak menjalankan ibadah puasa, menu MBG siap santap akan tetap dibagikan sesuai jadwal normal.
Sebaliknya, untuk menghormati dan mendukung warga yang berpuasa, distribusi di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan puasa akan disesuaikan. "Di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, MBG dapat diberikan dalam bentuk makanan kemasan sehat," tutur Dadan Hindayana. Bentuk makanan kemasan ini dirancang untuk tetap memenuhi standar gizi dan dapat dikonsumsi saat waktu berbuka atau sahur, memastikan manfaat program tetap optimal selama bulan Ramadan.
Artikel Terkait
Lansia di Jepara Tewaskan Mantan Mertua Usai Bakar Korban dengan Pertalite
Satgas PRR: 230 Huntap Selesai, 90% Huntara Terpenuhi di Sumatera Pascabencana
Banjir Demak Rendam 8 Desa, 2.839 Warga Mengungsi Akibat Tanggul Jebol
Iran Ancam Serang Pangkalan AS dan Sekutu di Teluk Jika Pasukan Tak Ditarik