MURIANETWORK.COM - Aktivitas ziarah kubur meningkat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, seiring mendekatnya bulan Ramadan. Pada Senin (16/2/2026) siang, area pemakaman mulai ramai dikunjungi warga yang membawa bunga dan air untuk membersihkan nisan. Tradisi tahunan ini dilakukan banyak keluarga sebagai bentuk penghormatan dan mendoakan sanak saudara yang telah meninggal dunia sebelum memasuki bulan suci.
Tradisi Keluarga yang Terjaga
Di antara kerumunan peziarah, Rahmat (28) terlihat sedang membersihkan sebuah makam. Bagi pemuda ini, ritual menjelang Ramadan telah mengakar kuat dalam tradisi keluarganya. Ia menyempatkan waktu di hari libur kerjanya untuk datang ke TPU Menteng Pulo.
"Udah jadi tradisi di keluarga sih, sebelum Ramadan ya ziarah makam dulu. Mendoakan keluarga yang udah berpulang," tuturnya.
Rahmat mengungkapkan bahwa ia selalu berupaya meluangkan waktu untuk ziarah setiap tahun. Baginya, momen ini adalah cara untuk mengingat dan menghormati orang-orang terdekat yang telah tiada, khususnya ibu dan kakaknya.
"Iya, selalu, pokoknya sebelum Ramadan pasti ziarah dulu, ingat sama keluarga yang udah pulang," ujarnya dengan nada tenang.
Momen Refleksi dan Pengingat
Perasaan serupa diungkapkan oleh peziarah lain, Rizky (30). Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga menjadi pengingat akan hakikat kehidupan. Suasana hening di antara nisan-nisan, menurutnya, memberikan ruang untuk introspeksi diri sebelum menjalani ibadah puasa.
"Emang udah tradisi tahunan jelang Ramadan, biasanya kita ziarah untuk mendoakan arwah orang tua kita, keluarga kita yang udah meninggal dunia," jelas Rizky.
"Momen ziarah sebelum puasa menjadi pengingat juga," lanjutnya, menambahkan dimensi spiritual dari kunjungan tersebut.
Di lapangan, suasana tampak khidmat namun penuh kehidupan. Para peziarah dengan sabit dan ember kecil membersihkan rumput liar di sekitar pusara. Ada yang duduk lama sambil membaca doa, sementara yang lain dengan hati-hati menyiram air dan menaburkan bunga di atas batu nisan. Beberapa keluarga tampak mengabadikan momen kebersamaan di dekat makam leluhur mereka, mengukir kenangan di antara ritual yang penuh makna.
Peningkatan kunjungan seperti ini merupakan pemandangan tahunan yang dapat diamati di banyak pemakaman umum ibu kota. Hal ini mencerminkan kuatnya nilai-nilai tradisi dan keluarga dalam masyarakat, yang tetap lestari di tengah dinamika kehidupan metropolitan Jakarta.
Artikel Terkait
Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026
Trump Janjikan Dukungan Serangan Israel ke Iran Jika Perundingan Gagal
Puluhan Komputer dan Tablet SD di Cibinong Raib Diduga Dicuri
Laidu Lampion Edukasi Masyarakat Pentingnya Bahasa Mandarin di Festival Imlek Makassar