Ledakan di Toko Kembang Api Jiangsu Tewaskan 8 Orang

- Senin, 16 Februari 2026 | 12:00 WIB
Ledakan di Toko Kembang Api Jiangsu Tewaskan 8 Orang

Suara ledakan yang keras tiba-tiba mengguncang sebuah toko kembang api di China timur. Akibatnya, delapan orang meninggal dunia. Dua lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang langsung memicu kobaran api hebat itu.

Kejadian ini terjadi di Distrik Donghai, Provinsi Jiangsu, tepatnya pada Minggu siang lalu. Menurut laporan, jam menunjukkan pukul 2:30 sore waktu setempat saat ledakan itu terjadi.

Bagi masyarakat pedesaan di sana, kembang api bukan sekadar hiasan. Mereka biasa menyalakan jenis percikan atau 'rudal' berderit untuk memeriahkan hari-hari besar. Tahun Baru Imlek, yang jatuh besok, Selasa, adalah salah satu momen penting yang biasanya dirayakan dengan meriah.

Namun begitu, perayaan kali ini ternoda tragedi.

Otoritas setempat dengan cepat merilis penyebabnya. Ledakan mematikan itu diduga kuat akibat "pembuangan kembang api yang tidak tepat" oleh satu atau beberapa warga. Sisa-sisa bahan piroteknik itu diduga memicu ledakan di dalam toko.

Begitu laporan masuk, respon darurat pun bergerak cepat.

"Otoritas penanggulangan darurat, pemadam kebakaran, keamanan publik dan otoritas kesehatan segera bergegas ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi penyelamatan dan penanganan,"

Demikian bunyi pernyataan resmi dari otoritas Distrik Donghai yang disebarkan via media sosial. Upaya pemadaman yang intensif akhirnya membuahkan hasil. Api yang berkobar dapat dipadamkan sekitar pukul 4 sore, atau kurang dari dua jam setelah ledakan pertama.

Sayangnya, korban jiwa tak terhindarkan. Pihak berwenang mengonfirmasi setidaknya delapan nyawa melayang. Dua korban selamat dinyatakan menderita luka bakar ringan dan segera mendapat perawatan.

Insiden ini kembali menyoroti bahaya yang mengintai dari bahan peledak, sekalipun yang dianggap untuk perayaan. Di sisi lain, momentum suka cita menjelang Imlek pun kini berbalut duka.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar