Libur panjang Imlek kembali menguji kesabaran di jalur Puncak, Bogor. Pagi ini, rekayasa lalu lintas sistem satu arah resmi diberlakukan. Kendaraan dari arah Jakarta dipaksa mengalir satu arah menuju puncak, sementara arus dari arah sebaliknya ditutup.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Menurut Iptu Ardian Novianto dari Satlantas Polres Bogor, arus kendaraan sudah melonjak drastis sejak pagi.
"Dari pintu keluar Tol Ciawi saja, sejak pukul sembilan pagi sudah lebih dari 2.000 kendaraan yang melintas. Makanya, kami ambil langkah untuk memberlakukan sistem satu arah dari Jakarta menuju atas," ujarnya, Senin (16/2/2026).
Sebelum sistem satu arah ini dijalankan, sebenarnya aturan ganjil-genap sudah lebih dulu diterapkan. Namun begitu, dengan diberlakukannya rekayasa satu arah, kebijakan ganjil-genap pun dihentikan sementara.
Ardian juga memberikan gambaran situasi terkini. "Khusus untuk arus di Simpang Gadog dan sekitarnya, kami terus pantau pergerakan wisatawan yang datang ke Puncak pagi ini," jelasnya.
Ada sedikit angin segar, meski tipis. Ternyata, volume kendaraan hari ini sedikit lebih rendah dibandingkan Minggu kemarin. Data yang tercatat hingga pukul 09.00 WIB menunjukkan sekitar 6.200 unit kendaraan yang melintas.
"Kalau dibandingin sama Minggu, memang ada penurunan. Kurang lebih 200 kendaraan. Di hari Minggu jam segini sudah 6.400, hari ini 6.200," beber Ardian.
Meski ada penurunan, situasi tetap harus diwaspadai. Long weekend seperti ini rawan sekali dengan kemacetan parah. Makanya, jajaran kepolisian tetap siaga penuh di lapangan.
Mereka bertekad untuk memastikan perjalanan masyarakat, baik yang hendak berwisata maupun pulang kampung, bisa berjalan semulus mungkin. Pelayanan terbaik di jalan raya menjadi prioritas utama di tengah hiruk-pikuk liburan ini.
Artikel Terkait
Wamen HAM Serahkan Bantuan Sembako dan Tegaskan Komitmen Penyelesaian Kasus Mei 1998 di Klender
Kumpulan Ucapan Imlek 2026 untuk Disampaikan kepada Atasan
Kumpulan Ucapan Imlek 2026 untuk Atasan, Cerminkan Rasa Hormat dan Harapan Baik
Prabowo dan MPR Dukung Kampus Atasi Sampah Lewat Riset dan Kebijakan