Berdasarkan hasil penyelidikan, pembunuhan ini ternyata telah direncanakan. Motifnya diduga karena sakit hati. YA, salah satu tersangka, merasa tersinggung setelah korban memutuskan hubungan pertemanan mereka. Rasa sakit hati itu kemudian berubah menjadi niat jahat yang berakhir tragis.
Jejak Kekejian dan Pelarian
Kejahatan brutal itu terjadi pada Senin (9 Februari 2026). Setelah menghabisi nyawa ZAAQ, YA dan AP langsung meninggalkan lokasi dan pulang ke Garut. Korban meninggal dengan luka yang menunjukkan kekejian pelaku: delapan tusukan di bagian perut serta luka sobek di kepala akibat hantaman benda tumpul.
Ada jeda beberapa hari antara kejadian pembunuhan dan penemuan jasad, yang dimanfaatkan pelaku untuk kabur. "Jadi ada jeda waktu sebelum jasad korban ditemukan, karena korban ini dibunuh pada Senin (9/2). Mereka lalu pulang ke Garut, di tengah jalan sempat mampir ke SPBU," tutur AKBP Niko, merinci pergerakan mereka setelah kejadian.
YA disebutkan sengaja bertolak dari Garut pada Senin pagi itu dengan satu tujuan: menemui korban. Rencana yang disusun dengan dingin itu akhirnya berujung pada aksi pembunuhan yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Artikel Terkait
Lalu Lintas Kereta di Lintas Maswati-Sasaksaat Kembali Normal Usai Longsor
Pria Pacaran 3 Tahun Cekik Wanita hingga Tewas di Sawah Sragen
Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman Capai 4,38 Juta Ton
Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Gantikan dengan Mantan Pengacara Pribadi