MURIANETWORK.COM - Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83 bergotong royong membersihkan kawasan pesisir di Aceh Utara, Minggu (15 Februari 2026). Aksi bersih pantai yang melibatkan TNI, aparat desa, pelajar, dan warga ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Masyarakat (Dianmas), sekaligus wujud nyata sinergi antarlembaga untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat di Pantai Seunuddon
Di bawah pimpinan Perwira Pendamping STIK, kegiatan di Pantai Seunuddon, Aceh Utara, itu diikuti secara antusias oleh berbagai elemen. Tampak Danramil beserta personel TNI, Kapolsek dengan jajarannya, serta perangkat desa setempat bahu-membahu dengan para mahasiswa dan pelajar SMA. Mereka bersama-sama memunguti beragam jenis sampah, mulai dari plastik, kayu, hingga limbah rumah tangga yang berserakan di sepanjang bibir pantai.
Pantai yang menjadi tempat mencari nafkah bagi banyak nelayan itu secara perlahan kembali bersih. Sampah yang telah dikumpulkan kemudian dipilah dan dibawa ke tempat pembuangan akhir yang disediakan, menunjukkan proses penanganan yang lebih terarah.
Edukasi dan Motivasi dari Mahasiswa STIK
Partisipasi aktif tidak hanya berupa aksi fisik. Mahasiswa STIK juga turun langsung memberikan pemahaman kepada warga. Mereka mengedukasi tentang cara mengelola sampah rumah tangga dan menjelaskan dampak serius pencemaran lingkungan terhadap kesehatan serta ekosistem laut.
Kehadiran M. Rizky Ali Akbar, Wakil Ketua Senat Persatuan Mahasiswa Ilmu Kepolisian (PMIK) Angkatan 83, turut memberi warna. Ia aktif memotivasi masyarakat agar peduli terhadap lingkungan.
"Kegiatan ini sekaligus mencerminkan budaya Bangsa Indonesia dalam bergotong royong," ujarnya menegaskan.
Implementasi Nilai Kepolisian dan Arahan Nasional
Lebih dari sekadar kerja bakti, rangkaian kegiatan ini merupakan media pembelajaran lapangan yang berharga bagi para calon pemimpin Polri. Mereka mengimplementasikan nilai-nilai kepolisian yang humanis dan kolaboratif secara langsung di tengah masyarakat.
Aksi bersih pantai ini juga sejalan dengan respons atas arahan pemerintah untuk menjaga lingkungan. Dengan memusatkan kegiatan di area aktivitas nelayan, dampak positifnya langsung dapat dirasakan oleh warga setempat.
Harapannya, kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif yang berkelanjutan. Selain untuk menjaga kebersihan pesisir, sinergi yang terbangun juga memperkuat hubungan emosional antara aparat keamanan dan masyarakat, fondasi penting bagi keamanan dan ketertiban yang partisipatif.
Artikel Terkait
Ahli Ingatkan Bahaya Konsumsi Lemak Jenuh Berlebih bagi Jantung dan Metabolisme
Tembok SMPN 182 Jakarta Roboh, Sudah Ada Peringatan Kondisi Miring
PMI Jember Normalisasi Sumur Warga Tercemar Pasca-Banjir Bedadung
Qarrar Firhand Juarai Seri Pembuka WSK Euro Series 2026 di Italia