MURIANETWORK.COM - Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-lung, secara terbuka menuding China sebagai ancaman terhadap perdamaian dunia yang luput dari pengawasan. Dalam pernyataannya yang dilansir Reuters, ia menegaskan kedaulatan Taiwan berdasarkan fakta sejarah dan hukum internasional, sambil mengkritik aktivitas militer Beijing di sekitar pulau tersebut. Pernyataan ini kembali memanaskan ketegangan di Selat Taiwan, sebuah wilayah yang menjadi titik fokus perselisihan kedaulatan dan ketegangan geopolitik global.
Klaim Kedaulatan dan Tudingan Provokasi
Inti dari pernyataan pejabat Taiwan itu adalah penolakan terhadap klaim kedaulatan China. Lin Chia-lung secara tegas menyatakan bahwa Taiwan, berdasarkan realitas objektif, tidak pernah menjadi bagian dari Republik Rakyat China. Posisi Taipei ini berhadapan langsung dengan narasi resmi Beijing yang menganggap pulau tersebut sebagai provinsi yang tak terpisahkan.
Lebih lanjut, Lin secara khusus menyoroti aktivitas militer China. Ia menggambarkan operasi militer Beijing di sekitar Taiwan yang hampir terjadi setiap hari, termasuk latihan perang skala besar pada Desember 2025, sebagai bentuk provokasi.
“China baru-baru ini terlibat dalam provokasi militer dalam wilayah kami dan berulang kali secara terbuka melanggar prinsip yang melarang penggunaan kekuatan atau ancaman kekuatan,” ujarnya.
Menurut analisisnya, tindakan-tindakan tersebut bertolak belakang dengan komitmen menjaga perdamaian yang sering diungkapkan oleh pemerintah China, dan justru mengungkap pola pikir hegemonik.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen