Acara Silaturahmi Akbar Kaum Betawi di Museum MH Thamrin, Minggu siang kemarin, berlangsung cukup hangat. Di tengah sambutannya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyelipkan sebuah rencana. Ia ingin Jakarta tampil lebih meriah dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.
Caranya? Dengan memasang ornamen khusus bertema Ramadan dan Lebaran di berbagai sudut kota. Rupanya, ini bagian dari upayanya untuk terus memompa gairah ekonomi Ibu Kota.
Sebelum menyinggung soal rencana itu, Pramono lebih dulu memaparkan kondisi ekonomi Jakarta. Angkanya, menurutnya, cukup menggembirakan.
"Jakarta ini dibandingkan dengan daerah-daerah lain pertumbuhan ekonominya relatif lebih baik. Kita tumbuh 5,21%, nasional 5,11%. Bahkan di Q4 kemarin kita tumbuh 5,71% tertinggi, dan itu tidak mungkin tanpa kerja keras kita bersama-sama,"
Ucapnya di hadapan para undangan.
Nah, untuk menjaga laju itu, Pramono mengaku memberi ruang seluas-luasnya bagi berbagai kegiatan. Tujuannya jelas: jadi stimulus. Ia lalu memberi contoh, seperti gelaran Christmas Collosal di jalan Sudirman-Thamrin akhir tahun lalu, atau perayaan tahun baru dan pembukaan Festival Imlek.
Yang menarik, dalam setiap event besar itu, selalu ada sentuhan budaya Betawi yang sengaja diselipkan. "Contohnya yang tadi juga disampaikan oleh Bang Foke," katanya merujuk pada mantan gubernur, Fauzi Bowo.
Jadi, ornamen Ramadan dan Idul Fitri nanti bukan sekadar hiasan. Itu adalah bagian dari strategi yang lebih besar: menghidupkan ekonomi sekaligus merawat warna lokal Jakarta. Sebuah cara untuk membuat kota ini tak hanya ramai, tetapi juga punya ruh.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Melonguane, Talaud
Mantan Kapolres Bima Kota Hadapi Sidang Kode Etik Kamis Depan
Polri Ungkap Keterlibatan Dua Perwiranya dalam Peredaran Sabu dan Ekstasi
Gubernur DKI Usulkan Lebaran Betawi 2026 Pindah ke Lapangan Banteng