TNI AL Pamerkan Hasil Pemberantasan Penambangan Ilegal Senilai Rp173,6 Miliar di Bangka Belitung

- Minggu, 15 Februari 2026 | 16:45 WIB
TNI AL Pamerkan Hasil Pemberantasan Penambangan Ilegal Senilai Rp173,6 Miliar di Bangka Belitung

Komitmen TNI AL dan Perintah Presiden

Dalam kesempatan itu, Laksamana Muhammad Ali memberikan penjelasan mengenai maksud di balik latihan dan operasi penindakan ini. Ia menegaskan komitmen TNI AL untuk memanfaatkan seluruh kemampuan terbaru guna menjaga kedaulatan dan kekayaan alam Indonesia.

"Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi ini baru pertama kali kita laksanakan. TNI AL berupaya melibatkan seluruh teknologi terbaru yang kita terima, seperti drone surveillance dan drone kamikaze, serta Mobile Command," jelasnya.

Kasal juga menekankan bahwa operasi pencegahan penyelundupan timah bukanlah inisiatif biasa, melainkan perintah langsung dari Presiden RI. "Bangka Belitung memiliki sumber daya sangat kaya; sayang jika diselundupkan dan justru menguntungkan negara lain," ungkap Ali, menyiratkan urgensi dari misi yang diemban.

Selaras dengan Fokus Pemerintah

Keberhasilan operasi ini tampak selaras dengan agenda pemerintah pusat. Pemberantasan illegal mining dan penyelundupan sumber daya alam menjadi salah satu fokus utama, mengingat dampaknya yang merugikan negara secara ekonomi dan merusak lingkungan hidup. Langkah tegas TNI AL di lapangan memperkuat komitmen nasional untuk mengamankan aset strategis bangsa dari segala bentuk eksploitasi ilegal.

Latihan dan pemaparan barang bukti ini mengirimkan pesan yang jelas: pengawasan di wilayah perairan kaya sumber daya akan terus diperketat dengan kombinasi kekuatan militer dan teknologi mutakhir.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar