Cak Imin Soroti Kebersamaan Imlek-Ramadan dan Tekankan Jaminan Keamanan

- Minggu, 15 Februari 2026 | 15:05 WIB
Cak Imin Soroti Kebersamaan Imlek-Ramadan dan Tekankan Jaminan Keamanan

Nuansa perayaan sudah terasa di Vihara Avalokitesvara, Jakarta Barat, Minggu siang itu. Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, tampak sumringah. Baginya, tahun ini ada sesuatu yang istimewa: momen Tahun Baru Imlek yang berdekatan dengan awal bulan Ramadan.

"Ya tentu ini kebahagiaan ya," ujar Menko PM itu, usai menghadiri peringatan Imlek. Senyumnya tak hilang. "Semua hari-hari yang penuh keberkatan buat bangsa kita."

Ia melihat fenomena ini sebagai sebuah berkah tersendiri bagi Indonesia. Kebersamaan dalam merayakan hari besar masing-masing agama, itulah yang ia soroti.

"Kebersamaan semua agama dalam merayakan, menikmati hari-hari besarnya," imbuhnya, menegaskan pandangannya.

Namun begitu, kebahagiaan ini bukan tanpa tanggung jawab. Cak Imin menuturkan, situasi seperti ini perlu dikawal dengan baik. Imlek jatuh pada Selasa, 17 Februari, sementara puasa Ramadan dimulai tak lama setelahnya. Menurutnya, kerukunan yang sudah ada harus dijaga, bahkan difasilitasi.

"Tentu ini harus didukung penuh oleh pihak aparat keamanan, seluruh pihak masyarakat," katanya.

Tak lupa, peran pemerintah ia tekankan. "Dan tentu pemerintah harus memfasilitasi."

Jaminan keamanan dan kelancaran menjadi poin krusial. Cak Imin menegaskan komitmennya untuk turun tangan, memastikan setiap perayaan bisa berjalan dengan tenang dan lancar. Ia mengingatkan pola dari tahun-tahun sebelumnya yang harus terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

"Ya, seperti tahun-tahun sebelumnya, kami harus memberikan jaminan keamanan, kelancaran, kebersamaan dan kesuksesan semua acara Imlek di seluruh tanah air," ucapnya mantap.

Pesan itu jelas: di balik sukacita perayaan, ada kerja kolektif yang harus terus digelorakan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar