Megawati Panjatkan Doa Khusus untuk Soekarno dan Keluarga Saat Umrah

- Minggu, 15 Februari 2026 | 11:45 WIB
Megawati Panjatkan Doa Khusus untuk Soekarno dan Keluarga Saat Umrah
Megawati Panjatkan Doa Khusus untuk Soekarno dan Keluarga Saat Umrah

MURIANETWORK.COM - Presiden kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memanjatkan sejumlah doa khusus saat menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci. Dalam rangkaian ibadah tersebut, doa-doa yang dipanjatkan tidak hanya untuk keselamatan anak-anaknya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani, tetapi juga untuk arwah kedua orang tuanya, Proklamator Soekarno dan Fatmawati.

Doa untuk Sang Proklamator

Salah satu momen yang menyita perhatian adalah ketika doa khusus untuk Bung Karno dilantunkan dalam prosesi tawaf. Zuhairi Misrawi, Duta Besar Indonesia untuk Tunisia yang juga mantan Ketua DPP PDIP bidang Agama, memimpin doa tersebut diikuti oleh Megawati beserta rombongan keluarga.

Dalam doanya, mereka mengungkapkan rasa syukur karena nama baik sang proklamator telah dipulihkan. "Kami bersyukur kepada Mu, ya Allah karena kini tak ada lagi fitnah terhadap bapak proklamator sekaligus pahlawan bangsa kami, Bung Karno, setelah nama baiknya dipulihkan oleh MPR RI," ujar Zuhairi, yang akrab disapa Gus Mis, pada Sabtu (14/2/2026) sore waktu setempat.

Megawati berdoa agar ayahandanya dijadikan penghuni surga. Doa juga dipanjatkan agar segala penderitaan yang dialami Soekarno semasa hidup menjadi pengampun dosa. Gus Mis, dalam doanya, menegaskan kembali warisan pemikiran Bung Karno yang masih relevan hingga kini.

"Bung Karno telah mengilhami bangsa Indonesia dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika agar kami mampu membumikan gotong-royong dan hidup rukun di antara sesama. Kami selalu yakin, Pancasila yang digali Bung Karno dari keragaman khazanah budaya bangsa kami sebagai pilar utama dan kekuatan Indonesia Raya," jelasnya.

Harapan untuk Ibu Fatmawati

Tak lupa, doa serupa juga dipanjatkan untuk ibunda Megawati, Fatmawati. Sang Ketua Umum mengenang ibunya sebagai sosok perempuan tangguh yang berjasa besar dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia. Dalam doanya, Megawati memohon agar semua kesalahan Fatmawati diampuni, amal ibadahnya diterima, serta kuburnya dilapangkan dan diberkahi.

Permohonan untuk Anak-anak

Di tengah kekhusyukan ibadah umrah, Megawati juga menyempatkan diri memohonkan yang terbaik bagi kedua anaknya, M. Prananda Prabowo beserta istri, dan Puan Maharani. Doa utama yang dipanjatkan adalah agar mereka selalu diberi kesehatan, dijauhkan dari penyakit, serta dilindungi dari fitnah dan kejahatan orang yang dengki.

Megawati menyebut kedua anaknya sebagai pribadi yang cerdas dan berharap kecerdasan itu dapat bermanfaat luas. Lebih dari itu, permohonan khusus dipanjatkan untuk keutuhan dan kerukunan hubungan persaudaraan antara Prananda dan Puan.

Doa yang dibacakan Gus Mis dengan khidmat itu menggambarkan harapan yang mendalam. "Ya Allah, Tuhan yang menurunkan rahmat buat seluruh umat manusia, rukunkan keduanya dalam kerukunan yang Engkau ridai, rahmati persaudaraan keduanya dengan payung kasih dan sayang yang Engkau ridai," tuturnya, menggambarkan ikatan persaudaraan yang diharapkan seerat hubungan Nabi Muhammad SAW dengan Sayyidina Hamzah.

Doa ditutup dengan harapan agar persatuan mereka dalam iman dapat menjadi pondasi untuk membangun partai. "Persatukan mereka dalam iman, islam dan ihsan, yang dengan itu mereka dapat bahu-membahu membangun dan menjaga kejayaan PDI Perjuangan," demikian doa yang dilantunkan.

Harapan dari Internal Partai

Doa-doa yang dipanjatkan Megawati ini mendapat perhatian dari jajaran partai. Ahmad Basarah, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri, yang juga hadir, menyatakan harapannya agar semua doa tersebut dikabulkan.

"Berharap doa Ibu Megawati untuk kerukunan Mas Prananda dan Mbak Puan serta mereka berdua dijauhkan dari segala macam fitnah akan diijabah Allah SWT demi kebaikan dan masa depan partai yang solid dan lebih baik lagi," ungkap Basarah usai menunaikan umrah. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya harmoni keluarga tersebut dalam konteks yang lebih luas, yaitu untuk keberlangsungan partai.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar