Mendag Naikkan Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Periode Februari 2026

- Minggu, 15 Februari 2026 | 10:45 WIB
Mendag Naikkan Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Periode Februari 2026

Mekanisme dan Referensi Penetapan Harga

Tommy menegaskan bahwa penetapan HPE dan HR tersebut tidak dilakukan secara sepihak. Keputusan ini diambil berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan mengacu pada data harga dari bursa-bursa terkemuka dunia.

Data harga tembaga mengacu pada patokan London Metal Exchange (LME), sementara untuk emas dan perak merujuk pada London Bullion Market Association (LBMA). Pendekatan berbasis data ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan kesesuaian dengan kondisi pasar yang sebenarnya.

Volatilitas dan Proyeksi Pasar Global

Gejolak harga di pasar internasional turut mempengaruhi perhitungan ini. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas global sempat naik 2,2% menjadi US$5.031,52 per troy ounce pada perdagangan spot hingga Jumat (13/2/2026). Perak bahkan melonjak lebih tinggi, 2,5% ke level US$77,16 per troy ounce.

Pergerakan harga emas belakangan ini memang cukup fluktuatif. Catatan sejarah menunjukkan, logam mulia ini sempat mencetak rekor fantastis di atas US$5.595 per ounce pada akhir Januari, didorong aksi beli spekulatif yang masif. Namun, euforia itu meredup dengan cepat di akhir bulan, menyeret harga kembali ke bawah level US$5.000.

Menyikapi volatilitas ini, analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyampaikan pandangannya. Meski pergerakannya dinamis, prospek emas ke depan masih dilihat positif.

“Harga emas pekan depan diperkirakan berkisar US$4.900- US$5.100 per troy ounce pekan depan,” ujarnya pada Sabtu (14/2/2026).

Kebijakan penetapan HPE yang diperbarui secara berkala ini pada akhirnya berfungsi sebagai kompas bagi eksportir, memberikan kepastian sekaligus mencerminkan respons pemerintah terhadap sinyal-sinyal ekonomi global yang terus berubah.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar