Mendag Naikkan Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Periode Februari 2026

- Minggu, 15 Februari 2026 | 10:45 WIB
Mendag Naikkan Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Periode Februari 2026

MURIANETWORK.COM - Menteri Perdagangan Budi Santoso telah menetapkan kenaikan harga patokan ekspor (HPE) untuk konsentrat tembaga dan emas periode 15-28 Februari 2026. Keputusan ini mencerminkan tren penguatan harga logam dunia, yang didorong oleh keterbatasan pasokan dan permintaan industri yang solid. Kenaikan ini menjadi indikator penting bagi pelaku pasar komoditas dan memberikan gambaran atas dinamika perdagangan global saat ini.

Rincian Kenaikan Harga Patokan Ekspor

Untuk periode dua minggu kedua Februari 2026, HPE konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) ditetapkan sebesar US$6.692,35 per wet metric ton (wmt). Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 4,20% dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level US$6.422,91 per wmt.

Sementara itu, harga referensi untuk emas juga menunjukkan tren naik. HPE emas kini tercatat US$159.475,43 per kilogram, melonjak dari posisi US$148.818,84. Adapun harga referensi (HR) emas per troy ounce naik menjadi US$4.960,24, dari sebelumnya US$4.628,79.

Faktor Pendorong di Balik Penguatan Harga

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menjelaskan bahwa penguatan HPE konsentrat tembaga terutama dipicu oleh kenaikan harga tembaga di pasar internasional.

“Faktor berikutnya adalah keterbatasan pasokan tembaga yang diikuti peningkatan permintaan untuk kebutuhan industri, khususnya sektor kelistrikan, manufaktur, dan energi,” ungkap Tommy melalui keterangan resmi yang diterima pada Minggu (15/2/2026).

Ia menambahkan, kenaikan harga mineral penyusun konsentrat tembaga menjadi dasar perhitungan teknis untuk periode ini. Selama masa pengumpulan data, tercatat harga tembaga naik 4,05%, emas melonjak 7,16%, dan perak bahkan menguat hingga 9,61%.

“Sementara itu, kenaikan HPE dan HR emas dipicu oleh meningkatnya permintaan emas. Lonjakan permintaan tersebut berasal dari sektor perhiasan dan kebutuhan industri,” imbuhnya.

Mekanisme dan Referensi Penetapan Harga

Tommy menegaskan bahwa penetapan HPE dan HR tersebut tidak dilakukan secara sepihak. Keputusan ini diambil berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan mengacu pada data harga dari bursa-bursa terkemuka dunia.

Data harga tembaga mengacu pada patokan London Metal Exchange (LME), sementara untuk emas dan perak merujuk pada London Bullion Market Association (LBMA). Pendekatan berbasis data ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan kesesuaian dengan kondisi pasar yang sebenarnya.

Volatilitas dan Proyeksi Pasar Global

Gejolak harga di pasar internasional turut mempengaruhi perhitungan ini. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas global sempat naik 2,2% menjadi US$5.031,52 per troy ounce pada perdagangan spot hingga Jumat (13/2/2026). Perak bahkan melonjak lebih tinggi, 2,5% ke level US$77,16 per troy ounce.

Pergerakan harga emas belakangan ini memang cukup fluktuatif. Catatan sejarah menunjukkan, logam mulia ini sempat mencetak rekor fantastis di atas US$5.595 per ounce pada akhir Januari, didorong aksi beli spekulatif yang masif. Namun, euforia itu meredup dengan cepat di akhir bulan, menyeret harga kembali ke bawah level US$5.000.

Menyikapi volatilitas ini, analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyampaikan pandangannya. Meski pergerakannya dinamis, prospek emas ke depan masih dilihat positif.

“Harga emas pekan depan diperkirakan berkisar US$4.900- US$5.100 per troy ounce pekan depan,” ujarnya pada Sabtu (14/2/2026).

Kebijakan penetapan HPE yang diperbarui secara berkala ini pada akhirnya berfungsi sebagai kompas bagi eksportir, memberikan kepastian sekaligus mencerminkan respons pemerintah terhadap sinyal-sinyal ekonomi global yang terus berubah.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar