Menhub juga memaparkan proyeksi jumlah pemudik untuk tahun 2026, yang diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 1,7 persen dibandingkan hasil survei tahun 2025. Namun, pengalaman di lapangan tahun lalu memberikan pelajaran berharga.
“Pada 2025, survei mencatat potensi pergerakan masyarakat sebesar 146 juta orang, namun realisasinya mencapai 154 juta orang. Pengalaman ini menunjukkan adanya selisih yang cukup signifikan antara angka survei dan kondisi di lapangan,” jelas Dudy Purwagandhi.
Berdasarkan pelajaran itu, pemerintah memilih untuk tidak jumawa. Meski survei menunjukkan penurunan, kewaspadaan dan kesiapan logistik justru ditingkatkan. Apalagi, dengan kombinasi hari libur yang panjang dan FWA, periode mudik tahun ini berpotensi berlangsung lebih lama, mencapai sekitar dua minggu.
Imbauan untuk Masyarakat
Menyikapi kondisi tersebut, Menhub Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk bersikap proaktif. Perencanaan perjalanan yang matang dan pemanfaatan FWA secara bijak menjadi kunci untuk menghindari titik-titik padat.
“Partisipasi dan kedisiplinan masyarakat sangat penting agar distribusi pergerakan dapat lebih merata. Dengan dukungan semua pihak, kami berharap Angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung selamat, aman, dan nyaman,” pungkasnya.
Imbauan itu menegaskan bahwa kesuksesan pengaturan arus mudik tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kesadaran kolektif setiap warga yang hendak pulang kampung.
Artikel Terkait
Daya Beli Masyarakat Terjaga, Penjualan Mobil Melonjak 22% Menjelang Lebaran
Serangan Rudal Iran Lukai 14 Warga dan Rusakkan Wilayah Tengah Israel
Prabowo Kagumi Profesionalisme Prajurit Korsel dalam Kunjungan Perdana
Longsor Tutup Rel, KA Ciremai Terhenti di Bandung Barat