Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah di Tapanuli Tengah, Warga Desak Normalisasi Sungai

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 02:15 WIB
Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah di Tapanuli Tengah, Warga Desak Normalisasi Sungai

MURIANETWORK.COM - Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, kembali dilanda banjir bandang pada Jumat siang, 13 Februari 2026. Bencana ini menerjang sejumlah kecamatan, merendam ratusan rumah, dan memaksa warga untuk mengungsi. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan penanganan darurat masih terus berlangsung di lokasi terdampak.

Dampak dan Kondisi di Lokasi Terparah

Wilayah yang paling menderita akibat terjangan air adalah Perumahan Pandan Asri dan kawasan Aek Tolang di Kecamatan Pandan. Di sana, ketinggian air bervariasi, mulai dari setengah meter hingga satu setengah meter. Bukan hanya air yang memenuhi ruangan, banjir kali ini juga membawa serta material lumpur tebal yang memenuhi rumah-rumah warga, memperparah kerusakan dan menyulitkan upaya pembersihan.

Pemandangan di lokasi bencana tampak memprihatinkan. Banyak warga yang berusaha menyelamatkan barang-barang berharga mereka, sementara yang lain terlihat masih kebingungan menyaksikan rumah mereka terendam.

Desakan Warga untuk Solusi Jangka Panjang

Di tengah kondisi yang serba sulit, harapan warga tertuju pada bantuan cepat dari pemerintah, baik daerah maupun pusat. Bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan tempat tinggal sementara menjadi kebutuhan yang paling mendesak saat ini.

Namun, di balik kebutuhan mendasar tersebut, muncul suara yang menyerukan penyelesaian yang lebih fundamental. Masyarakat terdampak mendesak pemerintah untuk segera menormalisasi aliran Sungai Aek Tolang.

Mereka meyakini bahwa langkah tersebut merupakan kunci untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan, terutama ketika musim hujan dengan intensitas tinggi tiba.

"Langkah ini dinilai sebagai solusi jangka panjang yang mendesak untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang saat intensitas hujan meningkat," ungkap seorang perwakilan warga yang ditemui di lokasi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar