Suasana tegang langsung menyelimuti Stadion Krida di Rembang, Jawa Tengah, begitu peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan semifinal Liga 4 Nusantara berkumandang. PSIR Rembang, sang tuan rumah, harus gigit jari. Mereka takluk 0-2 dari Persak Kebumen dan gagal melangkah ke final. Kekalahan itu rupanya jadi pemicu utama keributan yang terjadi selanjutnya.
Ratusan suporter PSIR, tak terima dengan hasil akhir, tiba-tiba saja membanjiri lapangan. Emosi mereka meledak. Alih-alih pulang dengan kecewa, massa yang marah itu justru menyerbu wasit. Aksi pengeroyokan pun terjadi di tengah lapangan, di depan mata semua orang.
Padahal, petugas keamanan sudah bersiaga. Namun begitu, jumlah mereka kewalahan menghadapi gelombang suporter yang membludak dari tribun. Barikade pengamanan jebol juga.
Artikel Terkait
Bupati Sumedang Tinjau Progres Akhir Perbaikan Jalan Burujul-Sanca
Presiden Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan di Istana Akasaka Jepang
Wamen Sosial Ajak Masyarakat Teladani Tiga Pilar Kepemimpinan Sultan Hasanuddin di Haul ke-465
Dua Prajurit TNI Gugur dalam Insiden Terpisah di Misi UNIFIL Lebanon