Suasana tegang langsung menyelimuti Stadion Krida di Rembang, Jawa Tengah, begitu peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan semifinal Liga 4 Nusantara berkumandang. PSIR Rembang, sang tuan rumah, harus gigit jari. Mereka takluk 0-2 dari Persak Kebumen dan gagal melangkah ke final. Kekalahan itu rupanya jadi pemicu utama keributan yang terjadi selanjutnya.
Ratusan suporter PSIR, tak terima dengan hasil akhir, tiba-tiba saja membanjiri lapangan. Emosi mereka meledak. Alih-alih pulang dengan kecewa, massa yang marah itu justru menyerbu wasit. Aksi pengeroyokan pun terjadi di tengah lapangan, di depan mata semua orang.
Padahal, petugas keamanan sudah bersiaga. Namun begitu, jumlah mereka kewalahan menghadapi gelombang suporter yang membludak dari tribun. Barikade pengamanan jebol juga.
Melihat situasi semakin panas, petugas segera bertindak cepat. Wasit yang menjadi sasaran amuk massa, bersama sejumlah pemain Persak Kebumen, langsung dievakuasi. Mereka diamankan ke ruang ganti dengan pengawalan ketat agar terhindar dari bahaya yang lebih serius.
Keributan ternyata nggak berhenti di situ. Menurut sejumlah saksi, ketegangan merembet ke luar lapangan. Area depan ruang ganti pemain dan tempat parkir kendaraan pun ikut mencekam. Suara teriakan dan keributan masih terdengar di sana.
Sampai saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari panitia penyelenggara. Pertanyaan tentang berapa korban luka dan sanksi apa yang menanti PSIR Rembang masih menggantung. Yang jelas, aparat kepolisian sudah turun tangan. Investigasi mendalam dilakukan untuk mengungkap kronologi kericuhan memalukan ini.
Artikel Terkait
Menkeu Tegaskan Belum Ada Pengumuman Resmi Calon Komisioner OJK
Polresta Cirebon Ungkap 12 Kasus Narkoba, Selamatkan Ribuan Warga dari Peredaran Gelap
Warga Jember Tewas Tersengat Listrik Saat Bersih-bersih Pasca Banjir
Pelatih Bhayangkara Waspadai Kecepatan dan Suasana Kandang Persebaya