MURIANETWORK.COM - Tim relawan dari Solidarity for Humanity bersama Jhonlin Group fokus memulihkan akses jalan utama yang terputus akibat banjir di Aceh Tamiang. Upaya pembersihan material sisa bencana ini dikerahkan di Desa Kebun, Tanjung Semantok, untuk mengembalikan mobilitas warga yang sebelumnya terisolasi. Sekitar 40 relawan dan alat berat dikerahkan sejak akhir Januari guna menangani kondisi pascabencana di wilayah tersebut.
Fokus pada Pemulihan Jalur Vital
Sejak akhir Januari lalu, sebanyak 40 relawan telah diterjunkan ke lokasi. Mereka mengerahkan alat berat untuk membersihkan timbunan lumpur dan puing yang menutupi ruas jalan sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer. Jalur di Desa Kebun, Tanjung Semantok, Kecamatan Karang Baru ini sebelumnya menyempit akibat material banjir yang menumpuk di kedua sisinya.
Koordinator Tim Relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group, Purnomo Aji, menegaskan bahwa pembukaan akses ini merupakan langkah krusial. Menurutnya, jalan tersebut berfungsi sebagai urat nadi bagi aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
"Kami membersihkan material yang terdampak banjir kemarin. Pembersihan ini dilakukan agar jalan kembali terlihat luas, sehingga masyarakat bisa melintas dengan leluasa," jelasnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar upaya timnya membawa dampak nyata. "Harapan saya, setelah dilakukan pembersihan di area terdampak di Desa Kebun Tanjung Semento, jalan atau akses tersebut dapat kembali digunakan sebagaimana mestinya, seperti semula," tambah Purnomo Aji.
Respon dan Harapan Warga Setempat
Salah seorang warga, Sarmidi, menggambarkan betapa cepatnya banjir melanda. Ketinggian air saat itu mencapai sekitar satu meter dengan arus yang deras. Ia menyambut baik kedatangan relawan dan dukungan alat berat yang secara signifikan mempercepat proses pemulihan.
"Kami juga merasa sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Jhonlin Group. Seluruh warga masyarakat di Selangor juga mengucapkan terima kasih. Semoga fasilitas alat berat yang diberikan ini dapat membantu memperbaiki prasarana kami menjadi lebih baik. Terutama setelah kejadian banjir yang kami rasakan kemarin," ungkap Sarmidi.
Rasa syukur serupa disampaikan oleh warga Dusun Makmur. Mereka berharap perbaikan infrastruktur pascabanjir ini dapat segera mengembalikan roda aktivitas sosial dan ekonomi yang sempat terhambat.
Komitmen Berkelanjutan untuk Pemulihan
Melihat kondisi di lapangan, tim relawan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Fokus bantuan ke depan akan tetap pada pemulihan fasilitas umum dan akses transportasi yang menjadi penunjang utama kehidupan warga. Upaya di Aceh Tamiang ini menjadi bagian dari rangkaian respons terhadap kebutuhan mendesak pascabencana, di mana pemulihan aksesibilitas menjadi prioritas pertama sebelum rehabilitasi lebih lanjut dapat dilakukan.
Artikel Terkait
Mediasi TNI-Polri Selesaikan Keributan di Mappi Papua
Siswi SMP di Gresik Jadi Korban Sekap dan Perkosaan, Kasus Terungkap Setahun Kemudian
Presiden Prabowo Resmikan 1.179 Satuan Pelayanan Gizi dan 18 Gudang Pangan
Jaksa Tuntut Anak Buronan Riza Chalid 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp13,4 Triliun