Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,39% di Kuartal IV 2025, Tertinggi di G20

- Kamis, 12 Februari 2026 | 13:15 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,39% di Kuartal IV 2025, Tertinggi di G20

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal terakhir 2025 ternyata cukup menggembirakan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan angka 5,39 persen, yang menurutnya merupakan yang tertinggi di antara negara-negara G20. Angka ini sekaligus menutup tahun dengan pertumbuhan year-on-year sebesar 5,11 persen.

“Ini yang tertinggi di antara negara-negara G20. Apalagi, pertumbuhan year-on-year 5,11 persen juga sangat kuat,”

kata Airlangga usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Pernyataannya itu dikutip dari kantor berita Antara.

Kalau kita lihat ke sektor riil, aktivitas manufaktur masih menunjukkan ekspansi. Indeks PMI bertengger di angka 52,6. Tidak hanya itu, kepercayaan konsumen juga membaik di Januari dibanding bulan sebelumnya. Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) naik jadi 127, mengalahkan angka Desember yang 123,5.

Di sisi lain, konsumsi dalam negeri juga bergerak positif. Penjualan riil melesat 7,9 persen year-on-year lompatan yang cukup signifikan dari pertumbuhan 3,5 persen yang tercatat di Desember 2025.

Untuk urusan eksternal, neraca perdagangan masih surplus. Desember lalu, Indonesia mencatatkan surplus dagang US$2,51 miliar. Ini artinya, sudah 68 bulan berturut-turut kita menikmati kondisi surplus. Realisasi investasi, baik PMA maupun PMDN, juga cukup besar: Rp1.931,2 triliun atau setara dengan US$111,7 miliar.

“Cadangan devisa kita masih kuat, di level US$154,6 miliar. Pertumbuhan kredit juga solid, mencapai 9,69 persen,”

tambah Airlangga.

Namun begitu, ada satu catatan yang perlu diperhatikan. Airlangga menyebutkan bahwa peringkat utang Indonesia memang masih di tingkat investment grade di semua lembaga pemeringkat utama. Tapi, pemerintah sedang mengawasi ketat revisi outlook dari Moody’s yang berubah menjadi negatif. Mereka pun tengah menyiapkan respons kebijakan yang tepat.

Seperti diketahui, pada 5 Februari lalu, Moody’s menegaskan peringkat utang Indonesia di Baa2. Hanya saja, outlooknya diubah dari stabil menjadi negatif. Tidak hanya untuk negara, lembaga pemeringkat ini juga mengubah outlook menjadi negatif untuk lima bank besar tanah air: Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, dan BTN. Langkah Moody’s ini tentu jadi perhatian serius di tengah capaian pertumbuhan yang membanggakan tadi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar