Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah bergerak. Mereka mulai melakukan inspeksi mendadak atau ramp check terhadap sarana dan prasarana transportasi di seluruh negeri. Tujuannya jelas: memastikan semua moda transportasi, mulai dari bus, kapal, pesawat, hingga kereta api, benar-benar siap mengangkut jutaan pemudik dengan selamat dan nyaman.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sendiri yang mengonfirmasi hal ini di Jakarta, Selasa (10/2).
"Kami melakukan ramp check atau uji kelaikan untuk persiapan sarana prasarana semua moda transportasi, baik darat, laut, udara, sampai kereta api," kata Dudy, seperti dikutip dari Antara.
Namun begitu, kerja Kemenhub tidak sendirian. Mereka juga berkoordinasi erat dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Sinergi ini penting untuk memastikan kondisi jalan tol dan jalur arteri nasional juga prima, tidak cuma kendaraannya. Sebab, arus mudik yang lancar butuh infrastruktur jalan yang mendukung.
"Ini kami koordinasikan agar masyarakat yang melintasi kedua jalan tersebut bisa berjalan dengan aman dan nyaman," tambah Dudy.
Di sisi lain, pemerintah punya cara lain untuk meringankan beban warga: stimulus ekonomi. Nilainya tak main-main, mencapai Rp911,16 miliar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membeberkan rinciannya. Ada diskon tiket pesawat untuk rute domestik sebesar 17-18 persen. Lalu, tarif kapal penumpang dan tiket kereta api masing-masing dipotong 30 persen. Program diskon ini rencananya berlaku di pertengahan Maret 2026.
"Tahun ini, dalam rangka libur hari besar nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Total anggarannya Rp911,16 miliar, berasal dari APBN maupun non-APBN," tegas Airlangga.
Selain diskon, ada juga program Mudik Gratis yang menyediakan 401 bus ke 34 kota, plus kuota puluhan ribu tiket untuk laut dan kereta. Langkah lainnya adalah memberikan fleksibilitas hari kerja bagi ASN dan pekerja swasta di tanggal-tanggal strategis Maret. Kebijakan ini diharapkan bisa mengurai kepadatan arus di hari-hari puncak.
Semua persiapan ini tentu butuh pengawalan ketat. Untuk itu, koordinasi antara Kemenhub, Korlantas Polri, dan Ditjen Bina Marga terus digencarkan. Targetnya satu: pengaturan lalu lintas tetap tertib dan arus mudik berjalan lancar hingga hari raya tiba.
Artikel Terkait
Izin Impor Terlambat, Dua Pabrik Gula Nasional Terpaksa Hentikan Produksi
Usaha Konveksi di Ciomas Bogor Hangus Diduga Akibat Korsleting Listrik
Indonesia Siapkan Kontingen 8.000 Personel untuk Misi Perdamaian di Gaza
Kia Carens All New Resmi Meluncur di IIMS 2026, Fokus pada Keluarga dan Keselamatan