MPR Kunjungi Korban Bencana Aceh, Laporkan Pemulihan Infrastruktur Hampir Tuntas

- Selasa, 10 Februari 2026 | 22:50 WIB
MPR Kunjungi Korban Bencana Aceh, Laporkan Pemulihan Infrastruktur Hampir Tuntas

Suasana di Dayah Mahyal Ulum, Aceh Besar, Selasa lalu, tampak berbeda. Kedatangan rombongan pimpinan MPR yang dipimpin Ahmad Muzani menyisipkan secercah harapan di tengah duka. Kunjungan ini bukan yang pertama, tapi Muzani menegaskan, semangatnya tetap sama: memberikan dukungan nyata bagi korban bencana yang melanda wilayah itu akhir November tahun lalu.

Muzani membuka pertemuan dengan mengajak semua yang hadir untuk bersyukur. "Pertama-tama marilah kita bersyukur ke hadirat Allah," ujarnya.

"Hari ini kita dapat bermuwajahah dengan para ulama, tokoh masyarakat, para abu, dan masyayikh. Mudah-mudahan Allah berkahi pertemuan hari ini."

Nada optimis itu terus dia suarakan. Menurutnya, bencana yang terjadi pada 31 November itu adalah ujian yang sangat berat. Bukan cuma bagi masyarakat biasa, tapi juga bagi para tokoh agama, ustaz, hingga ibu nyai di pesantren. Rasanya, tekanannya luar biasa.

Di sisi lain, Muzani tak sekadar memberi semangat. Dia melaporkan bahwa berbagai aspirasi dari masyarakat Aceh yang dikumpulkan dalam kunjungan sebelumnya, telah disampaikan langsung ke Presiden Prabowo Subianto. Isunya beragam, mulai dari hunian sementara untuk pengungsi, perbaikan jalan nasional dan provinsi, sampai hal-hal mendesak seperti pemulihan listrik dan kelangkaan gas 3 Kg.

Dan kabarnya, responsnya mulai terlihat. "Hampir seluruhnya apa yang disampaikan para tokoh dan Bupati, sekarang pelan-pelan sudah mulai dipulihkan," kata Muzani dengan nada lega.

Dia menyebut kondisi transportasi dari Banda Aceh ke Medan sudah membaik. Koneksi antar kabupaten juga mulai tersambung kembali. Untuk listrik, pemulihan sudah mencapai 99%.

"Pak Tito tadi mengabarkan kepada kami, yang belum nyala kurang lebih 23 desa di Aceh. Tapi, topografi dan lokasinya sangat berat. Butuh waktu lebih untuk menyalakan listrik di sana," imbuhnya, mengakui tantangan yang masih tersisa.

Intinya, Muzani mengajak semua pihak untuk tetap optimis. Pulih memang butuh proses, tapi langkah-langkah konkret sudah dijalankan. Kunjungannya ke pesantren itu adalah bentuk lain dari dukungan, sebuah upaya untuk menyentuh langsung denyut nadi masyarakat yang sedang berjuang bangkit.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar