Suasana di Dayah Mahyal Ulum, Aceh Besar, Selasa lalu, tampak berbeda. Kedatangan rombongan pimpinan MPR yang dipimpin Ahmad Muzani menyisipkan secercah harapan di tengah duka. Kunjungan ini bukan yang pertama, tapi Muzani menegaskan, semangatnya tetap sama: memberikan dukungan nyata bagi korban bencana yang melanda wilayah itu akhir November tahun lalu.
Muzani membuka pertemuan dengan mengajak semua yang hadir untuk bersyukur. "Pertama-tama marilah kita bersyukur ke hadirat Allah," ujarnya.
"Hari ini kita dapat bermuwajahah dengan para ulama, tokoh masyarakat, para abu, dan masyayikh. Mudah-mudahan Allah berkahi pertemuan hari ini."
Nada optimis itu terus dia suarakan. Menurutnya, bencana yang terjadi pada 31 November itu adalah ujian yang sangat berat. Bukan cuma bagi masyarakat biasa, tapi juga bagi para tokoh agama, ustaz, hingga ibu nyai di pesantren. Rasanya, tekanannya luar biasa.
Di sisi lain, Muzani tak sekadar memberi semangat. Dia melaporkan bahwa berbagai aspirasi dari masyarakat Aceh yang dikumpulkan dalam kunjungan sebelumnya, telah disampaikan langsung ke Presiden Prabowo Subianto. Isunya beragam, mulai dari hunian sementara untuk pengungsi, perbaikan jalan nasional dan provinsi, sampai hal-hal mendesak seperti pemulihan listrik dan kelangkaan gas 3 Kg.
Artikel Terkait
Pemerintah Tambah AI hingga Konten Digital dalam Subsektor Ekonomi Kreatif
Komnas HAM Desak Perluas Pemeriksaan ke Mantan Kepala BAIS dalam Kasus Penyiraman Aktivis
Timnas Indonesia Tuntaskan Laga Uji Coba dengan Kemenangan 4-0 di Era Baru John Herdman
Bendera Iran Berkibar di Tengah Badai: Simbol, Makna, dan Pertarungan Identitas