Laporan dari korban sendiri masuk ke polisi pada Kamis, 5 Februari. Hingga kini, penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap tuntas peristiwa yang memilukan ini.
Kronologi kejadiannya sendiri cukup rumit. Bermula Rabu (4/2) malam, sekitar pukul 20.15 WIB. Sang pengemudi mendapat order dari seorang penumpang berinisial N yang ingin diantarkan ke Jalan Haji Lebar, Srengseng. Namun, sesampai di lokasi yang diminta, N tampak kebingungan. Dia mengaku sebenarnya diminta datang ke rumah seorang prajurit TNI.
Korban lantas meminta N untuk menghubungi orang yang dimaksud. Bukannya membantu, sang prajurit justru memaki N melalui telepon. Meski situasi mulai tidak nyaman, pengemudi ojol itu tetap mengantarkan N ke rumah tujuan.
Di sanalah malapetaka terjadi. Cekcok tak terhindarkan, berujung pada penganiayaan yang membuat korban luka-luka. Tak terima, korban pun melaporkan kekerasan ini ke Polsek Kembangan. Laporan polisi dengan nomor LP/B/080/II/2026/Polsek Kembangan kini menjadi bukti formal dari peristiwa yang telah menyita perhatian publik ini.
Artikel Terkait
Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global
Oknum TNI Ditangkap Usai Transaksi Sabu Terekam Kamera dan Viral
One Way Presisi Tahap I Diberlakukan Pagi Ini untuk Atasi Kemacetan Tol Trans Jawa
Menekraf: Ekonomi Kreatif Harus Dimulai dari Akar Budaya