Merry Riana Resmi Jadi Kader Demokrat, Sebut Lembaran Baru

- Senin, 09 Februari 2026 | 23:45 WIB
Merry Riana Resmi Jadi Kader Demokrat, Sebut Lembaran Baru

Jakarta - Motivator Merry Riana kini resmi punya kartu tanda anggota Partai Demokrat. Bagi perempuan yang dikenal lewat buku-buku motivasinya itu, dunia politik jelas merupakan wilayah yang sama sekali baru. "Ini lembaran baru," ujarnya, mengakui ada perasaan deg-degan yang kuat.

Perasaan itu dia sampaikan langsung ke Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) siang tadi. "Saya bilang, 'Wah, hari ini saya deg-degan banget'. Rasanya seperti memulai hidup baru, mirip hari pernikahan," kata Merry seusai menerima KTA di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Senin (9/2/2026).

Dia meyakini, keputusan yang diambilnya hari ini bakal mengubah perjalanan hidupnya sepenuhnya. Meski begitu, dia bersyukur telah melangkah. "Memakai seragam yang baru. Saya tahu keputusan ini mengubah hidup saya dan Alva (suami) selamanya. Itu keyakinan saya," jelasnya.

Merry lalu bercerita soal awal mula komunikasinya dengan AHY. Pertemuan pertama mereka terjadi jauh hari, tepatnya tahun 2012 di bangku kuliah. Saat itu, keduanya sama-sama menimba ilmu di Nanyang Technological University (NTU) Singapura.

"Pertemuannya sederhana, tapi langsung nyambung," kenang Merry sambil menunjukkan foto lawas mereka berdua. "Saya S-1, Pak Ketum S-2 di kampus yang sama."

Namun begitu, kesan mendalam Merry justru muncul di momen yang kurang menyenangkan bagi AHY: kekalahan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Merry mengaku kagum dengan sikap AHY saat itu. Bukan karena pidato kemenangan, melainkan pidato seorang kesatria yang berani mengakui kekalahan.

"Jarang sekali kita dengar pidato sejujur itu," ujarnya.

"Yang bikin saya tertekun, bukan cuma kata-katanya. Tapi sikapnya. Politisi lain kan gampang cari pembenaran: 'Saya menang, dia curang'. Beliau tidak. Itu sikap yang sungguh-sungguh," imbuh Merry.

Pengalaman personal itulah yang akhirnya membawanya memilih Demokrat. Menurut Merry, partai ini memberi ruang baginya untuk belajar dan berkarya, tanpa paksaan. Terutama bagi dirinya yang merasa sebagai bagian dari kelompok minoritas.

"Partai Demokrat sungguh memberikan ruang untuk saya berproses. Tidak memaksa," tegasnya. "Walau saya merasa sebagai triple minority, saya tetap bisa belajar, melihat keadaan, dan memberikan masukan. Dan itu didengar."

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar