Game puzzle platformer ini disebut-sebut paling pas mewakili tema. Pemain diajak melintasi level-level yang terinspirasi game klasik macam Tetris sampai Street Fighter, tapi dengan twist yang mengejutkan dan menghibur. Gameplaynya memang sengaja dirancang agar nggak bisa ditebak.
Menariknya, perjalanan tim Lelesasa nggak instan. Di Game Jam tahun sebelumnya, mereka cuma jadi runner-up. Alwie Attar Elfandra, salah satu anggotanya, mengaku perjuangan kali ini lebih berat. "Tantangan terbesar ya nemuin ide yang pas. Baru ketemu di 12 jam terakhir!" katanya. Tapi justru itu yang bikin kemenangan tahun ini terasa lebih seru dan memuaskan, apalagi dengan tema yang lebih menantang.
Posisi runner-up atau juara kedua jatuh ke tangan tim Potentially Functional, juga dari UI, lewat game Fall Through. Sementara juara ketiga berhasil dibawa pulang oleh tim Barista dari Institut Teknologi Bandung dengan karya Get Flagged!.
Namun begitu, ada satu cerita yang mungkin paling inspiratif. Penghargaan Most Creative Team ternyata diraih oleh seorang solo developer, Muhammad Daannii dari Politeknik Negeri Malang. Karyanya bertajuk No Cat Works as Expected.
Dia mengaku prestasi ini benar-benar di luar dugaan. "Nggak pernah lolos sejak edisi pertama," tuturnya. Jadi bisa dibayangkan betapa spesialnya momen ini baginya.
Buah karya dari seluruh 48 jam yang melelahkan namun penuh semangat itu tidak hilang begitu saja. Publik sekarang bisa mencoba langsung 37 game unik tersebut. Semuanya diunggah dan dapat diakses bebas melalui laman Garena Game Jam 3 di platform Itch.io. Silakan coba, dan siap-siap untuk terkejut.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 121 FIFA, Geser Malaysia yang Dihukum
Pendukung Maduro Berunjuk Rasa di Luar Pengadilan New York
Seo Kang Joon hingga Jisoo BLACKPINK, Ini 5 Rekomendasi Drama untuk Temani Libur Lebaran
Lebih dari 9 Juta Wajib Pajak Sudah Laporkan SPT Tahunan 2025