"Sepuluh menit terakhir semua badan saya seperti kram," ujarnya saat menceritakan momen tersulit.
Ia mengungkapkan bahwa di detik-detik akhir, hanya tangan kanannya yang masih bisa meninju, sementara tangan kiri dan kedua kakinya sudah tak bisa digerakkan akibat kram.
Lebih Dari Sekadar Rekor: Aksi Sosial di Balik Tinju
Event ini tidak hanya tentang prestasi personal. Pertandingan tersebut disiarkan langsung secara "live streaming" yang juga berfungsi sebagai kanal penggalangan dana. Penonton dapat memberikan donasi secara digital, dan hasilnya, yang terkumpul lebih dari Rp 200 juta, diserahkan seluruhnya untuk mendukung operasional sebuah rumah singgah bagi anak-anak penderita kanker di Tangerang. Perayaan ulang tahun Patrick pun bertepatan dengan hari jadi rumah singgah tersebut, di mana para anak-anak turut hadir.
Persiapan menuju hari-H dilakukan dengan sangat serius. Patrick menjalani latihan berat selama empat bulan, termasuk berlari marathon di "treadmill" sejauh 42 km. Seorang dokter terus memantau kondisi kesehatannya, termasuk memeriksa detak jantungnya di setiap jeda pertandingan. Untuk mengusir kantuk di jam-jam kritis seperti pukul 02.00 hingga 03.00, ia meminta sejumlah teman dekatnya untuk datang dan memberi dukungan langsung.
Hidup Setelah Rekor
Usai berhasil melewati garis finish, Patrick langsung merendam tubuhnya di air dingin selama setengah jam untuk memulihkan otot-ototnya. Kini, dengan piagam Guinness World Records di tangan, perhatiannya kembali ke bisnis utamanya. Ia berencana untuk memperluas jaringan klinik kesehatannya.
"Membuka klinik yang sama di Kemang dan PIK," tuturnya mengenai rencana ke depan. "Lalu berikutnya lagi buka di Bali."
Ketika ditanya apakah ia pernah bertemu dengan sesama Putra Fakfak, Bahlil Lahadalia, jawabannya sederhana: "Belum." Keduanya terus berjalan di lintasannya masing-masing, membawa nama Fakfak dengan cara mereka sendiri.
Artikel Terkait
Australia Larang Sementara Kedatangan Warga Iran Terkait Konflik Timur Tengah
Enam Tim Berebut Dua Tiket Terakhir Piala Dunia 2026 Lewat Play-off
Arus Balik Lebaran 2026 Reda, 2 Juta Kendaraan Sudah Kembali ke Jakarta
Debt Collector di Bali Diamankan Usai Kroyok dan Rusak Mobil Pengendara