MURIANETWORK.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin aksi kerja bakti massal "Jaga Jakarta Bersih" di Jakarta Timur, Sabtu (15 Maret 2025). Kegiatan yang melibatkan jajaran Pemprov DKI, Palang Merah Indonesia (PMI), aparat kepolisian, dan ASN ini digelar serentak di seluruh wilayah ibu kota. Inisiatif ini dirancang untuk menjadi program rutin guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi warga.
Komitmen Jangka Panjang untuk Kebersihan Ibu Kota
Dalam kesempatan tersebut, Pramono Anung menegaskan bahwa kerja bakti bukan sekadar kegiatan seremonial belaka. Ia menyatakan komitmen Pemprov DKI untuk menjadikan aktivitas serupa sebagai agenda tetap. Langkah ini diharapkan dapat membangun budaya bersih yang berkelanjutan di tengah masyarakat, sekaligus mengoptimalkan kinerja pemerintahan dalam pengelolaan sampah dan kebersihan kota.
Di lokasi yang dipadati peserta, suasana terlihat semangat meski diwarnai canda. Pramono bercerita tentang diskusi ringannya dengan Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla, mengenai penanganan sampah di saluran air.
"Tadi saya sambil bercanda sama Pak JK, kami ini bekerja dibesarkan dengan teknokrasi, saya gak mau masuk gorong-gorong, tetapi yang bekerja adalah pikiran dan otak," ujarnya dengan nada santai.
Dukungan dan Ajakan dari PMI
Kehadiran Jusuf Kalla dalam acara tersebut turut menguatkan kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemanusiaan. Mantan Wakil Presiden RI itu tidak hanya hadir sebagai pendamping, tetapi juga aktif menyampaikan pesan kepada publik. Ia menekankan bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan adalah urusan bersama, bukan hanya pemerintah.
Dengan tegas, JK mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih disiplin. "Masyarakat harus ikut bertanggung jawab jaga kebersihan. PMI dukung bersama-sama menjaga kebersihan," tuturnya.
Permintaan ini sekaligus menegaskan bahwa solusi persoalan sampah di Jakarta memerlukan sinergi dan perubahan perilaku dari akar rumput. Dukungan dari organisasi sebesar PMI diharapkan dapat memperluas jangkauan gerakan dan meningkatkan kesadaran kolektif.
Sinergi sebagai Kunci Utama
Kerja bakti serentak ini menjadi gambaran nyata upaya kolaboratif yang sedang digalakkan. Observasi di lapangan menunjukkan, pendekatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, lembaga sipil, hingga penegak hukum merupakan strategi yang krusial. Sinergi semacam ini dinilai lebih efektif untuk mengatasi masalah kompleks seperti kebersihan kota, dibandingkan kerja parsial.
Dengan memadukan kekuatan institusi dan gerakan masyarakat, program "Jaga Jakarta Bersih" diharapkan tidak berhenti pada aksi fisik semata. Target jangka panjangnya adalah membangun sistem dan kesadaran yang mampu menjaga keberlanjutan kebersihan ibu kota, menuju lingkungan hidup yang lebih sehat dan tertata bagi semua warganya.
Artikel Terkait
Tiga Pelajar Siram Siswa Lain Diduga Pakai Air Keras di Cempaka Putih
Mantan Gubernur Lemhannas Agus Widjojo, Diplomat dan Pemikir Reformasi TNI, Wafat
BPS: Pengangguran Turun, Namun Kualitas Pekerjaan dan Upah Masih Jadi Tantangan
Bhumjaithai Raih Kemenangan Telak dalam Pemilu Cepat Thailand