Tak hanya KSAD, ada dua nama lain yang mendapat penghargaan serupa, Anugerah Insan Inspiratif Pangan. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, diakui kontribusinya. Begitu pula Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, atas kepemimpinan legislatifnya dalam menyokong kebijakan pangan nasional.
Sebelumnya, program ini memang sudah bergulir. Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Jenderal Maruli telah memperluas wilayah agroforestri ke sejumlah daerah di Jawa Barat. Saat panen raya di Purwakarta, ia menyebut program ini punya dua tujuan sekaligus: menciptakan ketahanan pangan dan membuka lapangan kerja.
Kerja sama dengan Pemprov Jabar, menurutnya, sangat vital. Dukungan infrastruktur seperti jalan dan akses air bersih menjadi penunjang utama. "Kerja sama dengan PTPN dan PT Pupuk Indonesia menjadi kunci keberhasilan program itu," ucap Maruli. Ia optimis langkah ini bisa mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor.
Program yang telah melibatkan sekitar 5.000 keluarga ini punya target ambisius. Setiap keluarga diharapkan bisa mengelola lahan hingga 1 hektare, dengan pendapatan yang menembus angka upah minimum regional. Perluasannya kini merambah Purwakarta, Cianjur, Pangalengan, Pangandaran, dan Garut. Targetnya sekitar 200 hektare untuk tiap lokasi. Sebuah langkah besar, meski detailnya masih perlu ditunggu.
Artikel Terkait
Oknum Ustaz di Karawang Diamankan Usai Dihajar Massa karena Selingkuh
KAI Garap Peremajaan Permukiman Bantaran Rel Senen Usai Instruksi Presiden
BPBD Aceh Besar Larang Bakar Sampah dan Lahan di Tengah Suhu Mencapai 34 Derajat
TransJakarta Kirim 20 Pramudi Terbaik untuk Pelatihan di Jepang