KSAD Dukung Agroforestri untuk Ketahanan Pangan, Akui Bukan Tugas Pokok

- Minggu, 08 Februari 2026 | 05:45 WIB
KSAD Dukung Agroforestri untuk Ketahanan Pangan, Akui Bukan Tugas Pokok

Di sela-sela Gelar Wicara Panen Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (7/2), KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bicara blak-blakan. Ia mengungkapkan dukungan TNI AD untuk penguatan ketahanan pangan lewat agroforestri. Meski begitu, ia mengakui hal itu bukan fokus utama tugas pokok mereka. "Sebetulnya kami mengerjakan itu tidak jadi fokus tugas pokok," ujarnya.

"Tapi kami melihat perkembangannya baik," lanjut Maruli. Hasil di lapangan yang positif itulah yang mendorong institusinya untuk terus mengembangkan program ini. Tujuannya jelas: sebagai kontribusi nyata bagi kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan.

Namun begitu, KSAD tak merinci bentuk teknis pengembangannya. Wilayah pelaksanaan dan komoditas spesifik apa yang sedang digarap juga belum dijelaskan secara gamblang. Rincian jenis tanaman atau target hasilnya pun masih belum dipaparkan.

Di sisi lain, tekadnya tak goyah. "Kami akan berupaya terus akan mengembangkan (agroforestri)," tegas dia. Peran TNI AD dalam mendukung kemandirian pangan bangsa, lewat jalan ini, tetap dianggapnya penting.

Dalam kesempatan yang sama, Maruli menerima sebuah anugerah. Penghargaan itu diberikan atas peran TNI AD dalam program agroforestri, penyediaan air bersih, dan penguatan teritori pangan. Ia dengan cepat menegaskan, ini bukan penghargaan untuk dirinya pribadi. "Penghargaan karena peran TNI Angkatan Darat. Jadi bukan pribadi saya, (tapi penghargaan) sebagai KSAD," katanya menjelaskan.

Tak hanya KSAD, ada dua nama lain yang mendapat penghargaan serupa, Anugerah Insan Inspiratif Pangan. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, diakui kontribusinya. Begitu pula Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, atas kepemimpinan legislatifnya dalam menyokong kebijakan pangan nasional.

Sebelumnya, program ini memang sudah bergulir. Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Jenderal Maruli telah memperluas wilayah agroforestri ke sejumlah daerah di Jawa Barat. Saat panen raya di Purwakarta, ia menyebut program ini punya dua tujuan sekaligus: menciptakan ketahanan pangan dan membuka lapangan kerja.

Kerja sama dengan Pemprov Jabar, menurutnya, sangat vital. Dukungan infrastruktur seperti jalan dan akses air bersih menjadi penunjang utama. "Kerja sama dengan PTPN dan PT Pupuk Indonesia menjadi kunci keberhasilan program itu," ucap Maruli. Ia optimis langkah ini bisa mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor.

Program yang telah melibatkan sekitar 5.000 keluarga ini punya target ambisius. Setiap keluarga diharapkan bisa mengelola lahan hingga 1 hektare, dengan pendapatan yang menembus angka upah minimum regional. Perluasannya kini merambah Purwakarta, Cianjur, Pangalengan, Pangandaran, dan Garut. Targetnya sekitar 200 hektare untuk tiap lokasi. Sebuah langkah besar, meski detailnya masih perlu ditunggu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar