Anggota DPR Desak Penindakan Tegas Usai Gajah Sumatera Dibunuh untuk Diambil Gadingnya di Riau

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:25 WIB
Anggota DPR Desak Penindakan Tegas Usai Gajah Sumatera Dibunuh untuk Diambil Gadingnya di Riau

MURIANETWORK.COM - Seorang anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mengecam keras pembunuhan seekor Gajah Sumatera yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di Pelalawan, Riau. Satwa dilindungi itu ditemukan dengan sebagian kepala dan kedua gadingnya hilang, diduga kuat akibat perburuan liar. Daniel mendesak aparat untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi maksimal kepada pelaku, sambil menyoroti lemahnya pengawasan di lapangan.

Kecaman Keras dan Desakan Penindakan Tegas

Daniel Johan tidak menyembunyikan rasa prihatin dan kemarahannya atas insiden tersebut. Ia menilai peristiwa ini sebagai sebuah kejahatan serius yang tidak bisa ditoleransi.

"Kejam sekali dan tentu kita sangat prihatin dan mengecam keras peristiwa terbunuhnya Gajah Sumatera di Pelalawan, Riau. Ini adalah kejahatan serius terhadap satwa dilindungi dan harus diusut tuntas sampai pelakunya ditemukan," tegas Daniel Johan kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).

Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PKB itu mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tanpa kompromi. Lebih jauh, ia menyoroti bahwa kejadian ini mencerminkan kegagalan pengawasan di tingkat lapangan.

"Aparat penegak hukum wajib menindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan, dengan sanksi berat, karena perbuatan ini telah menyebabkan hilangnya nyawa satwa yang dilindungi. Kejadian bentuk dari lemahnya pengawasan di lapangan, khususnya peran BKSDA dan polisi kehutanan," ujarnya.

Evaluasi Sistem dan Pencegahan di Masa Depan

Daniel menekankan pentingnya langkah pencegahan, bukan sekadar reaksi setelah kejadian. Ia meminta negara untuk lebih proaktif dalam menjaga kawasan konservasi dari ancaman.

"Kejadian seperti ini tidak boleh terus berulang. Negara tidak boleh hanya bergerak setelah adanya kejadian. Tetapi harus lebih aktif dalam pengawasan secara berkala," lanjutnya.

Sebagai solusi jangka panjang, ia mengusulkan penambahan jumlah personel polisi kehutanan dan pengawasan yang lebih intensif. Komisi IV DPR, tuturnya, berencana membahas kasus ini secara mendalam dengan pihak terkait.

"Pemerintah perlu segera melipatgandakan jumlah personel Polhut dan memperkuat pengawasan intensif di kawasan konservasi maupun konsesi rawan konflik dan perburuan liar," papar Daniel Johan.

"Kita akan bahas secara khusus tindak lanjut kasus ini, mengevaluasi sistem pengawasan, serta memastikan langkah konkret agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang," sambungnya.

Kondisi Bangkai yang Mengenaskan

Sebelum pernyataan Daniel Johan, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan telah mengonfirmasi bahwa kematian gajah tersebut bukanlah insiden alamiah. Saat memberikan kuliah umum di Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru, Jumat (6/2), ia menyatakan komitmen untuk mengusut tuntas.

"Gajah liar itu tewasnya dibunuh secara sengaja. Ini ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ungkap Irjen Herry Heryawan.

Temuan di lapangan yang diungkapkan oleh ahli dari BKSDA Riau semakin memperkuat dugaan pembunuhan dengan sengaja. drh. Rini Deswita, Pengendali Ekosistem Hutan Ahli BKSDA Riau, menjelaskan adanya bukti fisik yang mengerikan pada bangkai gajah jantan itu.

"Posisi serpihan proyektil di bagian belakang tengkorak kepala. Bersarang di tengkorak," jelas Rini Deswita saat dihubungi wartawan, Jumat (6/2).

Gajah yang ditemukan tewas pada Senin (2/2) itu memang berada dalam kondisi yang memilukan. Ciri-ciri yang lazim terlihat pada perburuan gading pun tampak jelas.

"Sebagian kepala dari dahi, mata, dan belalainya hilang," tuturnya mendeskripsikan keadaan bangkai.

Tak hanya itu, bagian tubuh lain yang kerap menjadi incaran pemburu juga raib. "Gadingnya juga hilang," tambahnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar