Kepala UPT Puskesmas Ngadirojo, dr Rini Endrawati, menerangkan bahwa korban tiba di unit gawat darurat dalam keadaan meninggal dunia. Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap kondisi kesehatan Joko sebelum insiden.
"Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum memiliki riwayat hipertensi dan sering mengeluh pusing," jelas Rini.
"Tiba di UGD sekitar pukul 01.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia," pungkasnya, menegaskan bahwa ia yang memeriksa langsung jenazah tersebut.
Kini, jenazah Joko Santoso telah dimakamkan oleh keluarganya. Kisahnya menjadi pengingat pilu bahwa bencana alam tak hanya membawa ancaman langsung dari reruntuhan, tapi juga bisa memicu tekanan hebat yang tak tertahankan bagi tubuh yang rentan.
Artikel Terkait
Pengelola Terapkan Sistem Buka-Tutup Rest Area KM 52B untuk Antisipasi Macet Jakarta-Cikampek
Rudal Iran Tembus Pertahanan Udara Israel di Dekat Fasilitas Nuklir Dimona
Rudal Iran Tembus Sistem Davids Sling, Lukai Puluhan di Israel Selatan
Puncak Arus Balik Lebaran di Ketapang-Gilimanuk Diprediksi 26-29 Maret 2026