MURIANETWORK.COM - Menjelang momen hari besar keagamaan nasional, Satgas Pangan Polda Metro Jaya bersama sejumlah instansi terkait menggelar rapat koordinasi untuk memperkuat pengawasan harga dan mutu komoditas pangan strategis. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan dan lonjakan harga yang kerap terjadi, sekaligus memastikan keamanan bahan pangan yang beredar di masyarakat.
Rapat Koordinasi Menyusun Strategi Pengawasan
Pada Kamis (5/2), Rakorda Satgas Pangan digelar untuk merumuskan langkah-langkah antisipatif. Rapat yang dipimpin oleh Kasatgas Pangan, Kombes Edy Suranta Sitepu, ini juga dihadiri oleh perwakilan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog wilayah DKI Jakarta-Banten, serta dinas-dinas terkait dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menunjukkan pendekatan kolaboratif dalam mengamankan stabilitas pangan.
Fokus pada Distribusi dan Komoditas Prioritas
Berdasarkan regulasi terbaru, termasuk Keputusan Kepala Bapanas tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, pengawasan akan difokuskan pada rantai distribusi. Tujuannya jelas: mencegah praktik spekulasi atau penimbunan yang dapat memicu gejolak harga di pasaran. Pengawasan ketat akan menyasar sejumlah komoditas krusial.
Komoditas yang menjadi prioritas antara lain beras dalam berbagai kualitas, minyak goreng Minyakita, jagung, kedelai, telur ayam ras, daging ayam dan sapi, serta bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan gula konsumsi. Pengaturan harga akan mengacu pada skema HET, Harga Acuan Penjualan (HAP), dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Jaminan Keamanan dan Mutu Pangan
Selain isu harga, satgas tidak mengabaikan aspek keamanan dan mutu. Pengawasan akan diperketat untuk mendeteksi potensi residu pestisida yang melebihi ambang batas, penggunaan formalin, atau kontaminasi aflatoksin pada bahan pangan. Peredaran produk kedaluwarsa dan penggunaan bahan berbahaya terlarang juga masuk dalam radar operasi pengawasan.
Dalam rapat tersebut ditegaskan, "Satgas bertujuan menjamin pelaksanaan kebijakan harga dan mutu pangan agar produsen maupun konsumen mendapatkan perlindungan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan."
Pendekatan Humanis dalam Penegakan Aturan
Memimpin operasi di lapangan, Kombes Edy Suranta Sitepu memberikan arahan khusus kepada seluruh personel. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan tugas yang santun dan beretika, dengan mengedepankan pendekatan berlapis mulai dari langkah preemtif, preventif, hingga represif sebagai opsi terakhir.
“Pelaksanaan di lapangan harus dilakukan dengan pendekatan humanis, tidak menyakiti hati masyarakat, serta mengedepankan sosialisasi dan edukasi sebelum penegakan hukum,” tegas Edy.
Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen untuk menyeimbangkan antara ketegasan hukum dan empati sosial, memastikan stabilitas pangan tercapai tanpa menimbulkan keresahan di tingkat masyarakat.
Artikel Terkait
Video Pengeroyokan Siswi SMAN 1 Bengkulu Viral, Sekolah Klaim Sudah Damai
Imlek 2026 di Jakarta: Lapangan Banteng Jadi Lokasi Utama, Cap Go Meh di Glodok
Pemuda di Jakut Ditahan Usai Diduga Racuni Ibu dan Dua Saudara Kandung
Kapolda Metro Jaya Apresiasi Inisiatif Warga Bekasi Kembangkan Rumah Kaca untuk Ketahanan Pangan