MURIANETWORK.COM - Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Timur mulai melakukan pembongkaran bangunan di bantaran Kali Ciliwung, tepatnya di Jalan Taman Harapan, Kelurahan Cawang, Kramat Jati. Tindakan ini merupakan bagian dari program normalisasi sungai yang bertujuan mengembalikan fungsi aliran air dan mengurangi risiko banjir di wilayah ibukota. Proses pembongkaran dilaksanakan setelah tahap pembebasan lahan selesai dilakukan.
Normalisasi untuk Antisipasi Banjir
Program normalisasi Kali Ciliwung ini bukan sekadar pembongkaran fisik. Langkah strategis ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas tampung dan aliran sungai. Dengan memperlebar dan merapikan bantaran, diharapkan air dapat mengalir lebih lancar, terutama saat musim hujan tiba. Upaya ini pada akhirnya diarahkan untuk meminimalisir genangan dan banjir yang kerap melanda kawasan di sepanjang aliran Ciliwung.
Selain aspek pengendalian banjir, penataan ini juga diharapkan membawa dampak positif bagi tata lingkungan. Bantaran sungai yang lebih tertata diyakini dapat menciptakan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar.
Dukungan dan Harapan bagi Warga
Dalam keterangan resminya, pihak Sudin SDA Jakarta Timur secara terbuka mengajak partisipasi warga. Dukungan masyarakat dinilai krusial untuk keberlanjutan program ini.
"Kegiatan pembongkaran bangunan di beberapa titik wilayah ini merupakan bagian dari normalisasi Kali Ciliwung," jelas mereka melalui siaran pers.
Masyarakat diimbau untuk turut aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan ke badan sungai. Perilaku disiplin ini dianggap sebagai kontribusi nyata agar manfaat normalisasi terutama dalam hal pengurangan banjir dapat bertahan dalam jangka panjang.
Proyek Strategis yang Kembali Dilanjutkan
Geliat normalisasi Kali Ciliwung saat ini menandai babak baru dari sebuah proyek strategis yang sempat terhenti. Proyek yang diprioritaskan kembali oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini sebelumnya vakum sejak tahun 2017. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah meninjau langsung lokasi dan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pekerjaan ini.
Dalam peninjauannya, Pramono menyampaikan optimisme bahwa normalisasi sungai terpanjang di Jakarta ini akan memberikan dampak signifikan.
"Normalisasi Sungai Ciliwung ini adalah bagian untuk mengatasi banjir jangka menengah yang ada di Jakarta. Ini sempat terhenti sejak 2017 dan sekarang kita lanjutkan kembali," ungkapnya.
Berdasarkan target yang ditetapkan, program normalisasi ini diharapkan mampu memotong potensi banjir di Jakarta hingga 40 persen, sebuah angka yang cukup substansial dalam upaya mengatasi persoalan tahunan ibukota. Keberhasilan pelaksanaannya tentu akan sangat bergantung pada sinergi antara eksekusi teknis di lapangan dan kesadaran kolektif seluruh pemangku kepentingan.
Artikel Terkait
Mantan Staf Khusus Nadiem Tegaskan Tak Urusi Penempatan Plt di Sidang Korupsi Chromebook
Terdakwa Korupsi Chromebook Ungkap Ketakutan pada Stafsus Nadiem di Sidang
Taruna Akpol Bantu Korban Bencana Aceh Tamiang Siapkan Ramadan
Pengadilan Jaksel Tolak Seluruh Gugatan Ali Wongso Terhadap SOKSI Pimpinan Misbakhun