“Ada pesan yang terus terngiang: ‘jadilah contoh, jadilah teladan, dan mulailah dari dirimu sendiri’.”
Kalimat sederhana itu, bagi Kapolri, punya daya dorong yang luar biasa. Itulah semangat yang ingin dipegang teguh oleh seluruh jajaran Bhayangkara. Pesan itu terasa semakin menghujam mengingat panggilan terakhir Eyang Meri.
“Di saat-saat terakhir, pesannya selalu tentang penjagaan. ‘Tolong jaga, titip institusi Polri’,” imbuh Sigit. “Pesan singkat itu punya makna yang dalam sekali bagi kami semua.”
Eyang Meri sebelumnya meninggal dunia di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Ia menghembuskan napas terakhir pada Selasa (3/2) siang, pukul 13.25 WIB, setelah menjalani perawatan intensif.
Penghormatan Terakhir dari Negara
Sebelum dimakamkan, almarhumah mendapat penghormatan tinggi dari negara. Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Bhayangkara Pratama kepada Meriyati Roeslani Hoegeng. Penganugerahan tanda kehormatan ini dilakukan setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajukan usulan resmi kepada Presiden. Sebuah penghargaan layak, untuk seorang yang hidupnya dijadikan teladan.
Artikel Terkait
Gunung Ibu Erupsi, Luncurkan Kolom Abu 600 Meter
Remaja 14 Tahun Tewas Terseret Arus di Pantai Karangnaya Sukabumi
Polres Tangerang Kota Gencar Patroli Rumah Kosong Saat Arus Mudik Lebaran
Prabowo Lakukan Silaturahmi Telepon dengan Sejumlah Pemimpin Negara Muslim