“Ada pesan yang terus terngiang: ‘jadilah contoh, jadilah teladan, dan mulailah dari dirimu sendiri’.”
Kalimat sederhana itu, bagi Kapolri, punya daya dorong yang luar biasa. Itulah semangat yang ingin dipegang teguh oleh seluruh jajaran Bhayangkara. Pesan itu terasa semakin menghujam mengingat panggilan terakhir Eyang Meri.
“Di saat-saat terakhir, pesannya selalu tentang penjagaan. ‘Tolong jaga, titip institusi Polri’,” imbuh Sigit. “Pesan singkat itu punya makna yang dalam sekali bagi kami semua.”
Eyang Meri sebelumnya meninggal dunia di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Ia menghembuskan napas terakhir pada Selasa (3/2) siang, pukul 13.25 WIB, setelah menjalani perawatan intensif.
Penghormatan Terakhir dari Negara
Sebelum dimakamkan, almarhumah mendapat penghormatan tinggi dari negara. Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Bhayangkara Pratama kepada Meriyati Roeslani Hoegeng. Penganugerahan tanda kehormatan ini dilakukan setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajukan usulan resmi kepada Presiden. Sebuah penghargaan layak, untuk seorang yang hidupnya dijadikan teladan.
Artikel Terkait
Dorong Kendaraan Listrik, Pemerintah Siapkan Aturan Baru: Insentif Menggiurkan hingga Denda Menanti
Pemerintah Godok Insentif Pajak untuk Pacu Industri Baterai Kendaraan Listrik Lokal
Pemerintah Godok Aturan Impor Mobil Listrik, Insentif PPnBM Nol Persen Dilanjutkan
Dari Lumbung Purba ke Pangkuan Kita: Kisah Persekutuan Abadi Kucing dan Manusia