Malam itu, sekitar pukul setengah sepuluh, jalanan di Prembun-Kutowinangun, Kebumen, mendadak riuh. Sebuah truk dan Kereta Api Gejayana terlibat kecelakaan hebat. Akibatnya tragis: sopir truk meninggal dunia di tempat kejadian.
Kapolsek Kutowinangun, AKP Khusen Martono, mengonfirmasi kabar duka itu.
"Untuk sementara, korban meninggal satu orang. Itu sopir truknya," ujarnya, Rabu (28/1).
Gara-gara insiden naas ini, lalu lintas kereta api langsung terganggu. Menurut keterangan resmi dari KAI Daop 5 Purwokerto, jalur hulu sempat terpaksa ditutup sama sekali. Sementara itu, perjalanan di jalur hilir masih bisa dilalui, meski dengan catatan: kereta harus pelan-pelan.
Manager Humas KAI Daop 5, M As'ad Habibuddin, menjelaskan lebih detail. Saat ini, timnya masih sibuk di lokasi. Mereka melakukan pemeriksaan dan evakuasi, berusaha memulihkan situasi secepat mungkin demi keamanan perjalanan.
"Jalur hulu belum bisa dilalui untuk sementara. Kalau jalur hilir, masih bisa tapi kecepatannya dibatasi maksimal 40 kilometer per jam," kata As'ad.
Di sisi lain, KAI kembali mengingatkan pesan lama yang sering diabaikan. Mereka mengimbau pengendara, khususnya di pelintasan sebidang, untuk benar-benar mengutamakan keselamatan. Patuhi rambu, beri jalan untuk kereta. Itu kuncinya.
Mereka juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan yang pasti dialami penumpang kereta api akibat musibah ini. Suasana malam di Kebumen pun berubah dari biasa menjadi malam duka yang penuh dengan kepulan asap dan lampu darurat.
Artikel Terkait
Junta Myanmar Pindahkan Aung San Suu Kyi ke Tahanan Rumah Setelah Lima Tahun Ditahan
Kemenpar Dorong Ngarai Sianok Bukittinggi Jadi Warisan Global UNESCO
Maruarar Sirait Targetkan Akad Jual Rusun Subsidi Meikarta Akhir 2026
Banjir di Terowongan Sentul Capai 25 Cm, Sampah Jadi Biang Kerok