Nahas di Tengah Hujan, Pejalan Kaki Terseret 200 Meter Usai Ditabrak Angkot

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:20 WIB
Nahas di Tengah Hujan, Pejalan Kaki Terseret 200 Meter Usai Ditabrak Angkot

Malam itu, Jumat (23/1), hujan mengguyur kawasan Megamendung, Bogor. Di tengah gelap dan jalanan licin, sebuah angkutan kota melaju dari arah Puncak menuju Gadog. Nahas, dalam perjalanannya, angkot itu menabrak seorang pejalan kaki yang sedang menyeberang.

Korbannya seorang pria berusia 30 tahun dengan inisial NS. Ia mengalami luka-luka yang cukup serius. Menurut keterangan dari pihak kepolisian, pria itu sempat terseret cukup jauh akibat hantaman kendaraan.

Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/1).

"Korban penyeberang jalan yang berinisial NS terseret sejauh sekitar 200 meter. Akibat dari kecelakaan tersebut, luka berat satu orang seseorang penyeberang jalan,"

Menurut Ares, sejumlah faktor diduga menjadi penyebab. Kontur jalan di lokasi memang cukup berbahaya; selain menikung ke kanan, jalannya juga menurun. Ditambah lagi, kondisi malam yang gelap dan hujan lebat. Garis marka jalan pun, kata dia, tidak terputus sehingga mungkin membingungkan pengemudi.

Kecelakaan ini bermula ketika sang pengemudi angkot berusaha menyalip sebuah minibus di depannya. Saat bermanuver ke kanan jalan, bagian samping kiri angkot malah menghantam NS yang sedang menyeberang.

Korban saat itu bergerak dari bahu jalan sebelah kiri menuju ke kanan, dari arah Gadog. Tabrakan itu tak terelakkan. Akibatnya cukup parah, NS mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya, seperti tangan, pipi, lutut, dan paha.

Setelah kejadian, korban langsung dilarikan untuk mendapatkan pertolongan. Ia dibawa ke rumah sakit dan juga pengobatan alternatif guna menjalani perawatan lebih lanjut. Sampai saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap titik terang kasus ini.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar