Dari kompleks parlemen di Senayan, kabar yang disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi'i terasa berat. Tak ada korban selamat yang ditemukan dari reruntuhan pesawat ATR 42-500 di perairan Pangkajene dan Kepulauan, Sulsel. Meski begitu, harapan itu belum sepenuhnya padam.
“Tidak ada,” ujar Syafi'i, menjawab pertanyaan tentang kemungkinan selamat. Rapat bersama Komisi V DPR baru saja usai, Selasa (20/1) siang.
Namun, nada suaranya berubah. “Kita masih tetap mengharapkan ada mukjizat. Ada korban yang bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup.”
Harapannya bukan tanpa alasan. Syafi'i lantas bercerita tentang pengalaman masa lalu. Dalam beberapa kecelakaan pesawat, meski tubuh pesawat hancur berantakan, keajaiban kerap muncul. Pernah ada penumpang yang ditemukan hidup setelah sempat mengalami mati suri, terlempar jauh dari lokasi utama kejadian.
“Jadi kita akan berupaya maksimal,” tegasnya. Pencarian korban terus digenjot, sambil mengumpulkan puing-puing untuk diserahkan ke KNKT.
Pesawat yang dicarter Kementerian Kelautan dan Perikanan itu hilang kontak Sabtu lalu (17/1). Misi awalnya adalah surveilans perairan. Menurut Menhub Dudy Purwagandhi, pesawat itu mengangkut 10 orang tujuh awak dan tiga staf KKP dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.
Sampai saat ini, tim gabungan telah menemukan dua jenazah, laki-laki dan perempuan. Operasi pencarian dan evakuasi masih berlangsung di lokasi yang sulit, di tengah lautan luas. Sementara keluarga menunggu, tim di lapangan bekerja dengan dua tujuan: menemukan yang hilang, dan mengumpulkan setiap petunjuk untuk mengungkap penyebab tragedi ini.
Artikel Terkait
Inflasi Tahunan Lampung Terendah Nasional, Capai 1,94 Persen pada Mei 2026
Video Thania Pijat Kekasih Baru Sarwendah Picu Perdebatan, Wirang Birawa Beri Komentar Singkat
DPR dan Pemerintah Bahas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi serta Tata Kelola Ekspor dan ESDM
KPK Sita Dua Mobil Porsche dan Belasan Kendaraan Mewah dari Rumah Eks Wamen Imipas Silmy Karim