Rapat kerja dengan Komisi V DPR di Senayan, Selasa (20/1) lalu, jadi momen Menhub Dudy Purwagandhi memaparkan evaluasi angkutan Natal dan Tahun Baru. Intinya sih, pelaksanaan Nataru 2025/2026 ini berjalan mulus. Lancar, aman, dan selamat. Begitu kira-kira kesimpulan yang dia sampaikan.
“Alhamdulillah, secara umum penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan dengan lancar, aman, dan selamat,” ujar Dudy.
Dia pun menyebutkan angka-angka. Kementeriannya sebelumnya memprediksi bakal ada 119,5 juta orang yang bergerak selama periode liburan, yang dimulai sejak 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026. Ternyata, realitanya sedikit berbeda.
Berdasarkan data posisi ponsel atau Mobile Positioning Data, pergerakan yang terekam ‘hanya’ 110,43 juta orang. Angka ini memang sekitar 7,5% lebih rendah dari hasil survei awal. Tapi jangan salah, kalau dibandingin dengan realisasi Nataru tahun sebelumnya, justru terjadi lonjakan yang cukup signifikan.
“Naik sebesar 16,65% dari realisasi Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yang sebesar 94,67 juta orang,” jelasnya lagi.
Nah, soal program mudik gratis yang digelar, hasilnya juga cukup menarik. Lewat tiga direktorat jenderal darat, laut, dan perkeretaapian program ini berhasil mengangkut puluhan ribu penumpang. Tepatnya, 42.850 penumpang dan 5.272 kendaraan bermotor. Cukup banyak juga ya.
Meski secara umum berjalan baik, Dudy tak menampik ada beberapa kejadian yang cukup menyita perhatian selama periode liburan itu. Beberapa insiden terjadi di berbagai moda transportasi.
“Kecelakaan laut di perairan antara Pulau Padar dengan Pulau Labuan Bajo. Lalu ada juga kecelakaan bus di simpang susun Krapyak, Semarang,” tuturnya.
Tak cuma itu, operasional kereta api sempat terganggu karena beberapa kejadian. Alam juga ikut ‘berulah’. Cuaca ekstrem memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera, ditambah letusan gunung dan gelombang tinggi yang sempat mengganggu pelabuhan penyeberangan.
Di akhir paparannya, Dudy menyampaikan apresiasi. Kerja sama semua pihak, menurut dia, jadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan angkutan massal selama momen puncak itu. Semua berjalan seperti yang direncanakan.
Artikel Terkait
Proposal Baru Iran Soal Selat Hormuz Dinilai Tak Sentuh Isu Nuklir, Trump Geram
Semen Padang Kehilangan Sejumlah Pemain Andalan Lawan Madura United, Pelatih Ogah Menyerah
Kemenhub Sidak Pool Taksi Xanh SM di Bekasi Usai Kecelakaan Maut Stasiun Bekasi Timur
Evakuasi KRL Tabrakan di Bekasi Timur Masih Berlangsung, Perjalanan Terbatas hingga Rabu Siang