Kapolsek Turun Langsung Bagikan Sembako ke Warga Terendam di Kelapa Gading

- Minggu, 18 Januari 2026 | 21:05 WIB
Kapolsek Turun Langsung Bagikan Sembako ke Warga Terendam di Kelapa Gading
Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Kelapa Gading

Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota kembali meninggalkan genangan. Di Kelapa Gading, Jakarta Utara, sejumlah wilayah masih terendam, termasuk kawasan RT6 RW3 di Pegangsaan Dua. Air belum juga surut sepenuhnya, masih menggenang sekitar 60 sentimeter.

Melihat kondisi itu, Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko, turun langsung membagikan bantuan. Kegiatan itu digelar pada Minggu (18/1/2026) lalu, bekerja sama dengan aparat Kelurahan dan Koramil setempat.

"Kegiatan pembagian Sembako kepada warga yang terdampak banjir di RW3 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara,"

kata Seto kepada para wartawan yang meliput.

Karena lokasi asli masih tergenang, pembagian terpaksa dialihkan. Warga akhirnya mengantre di tempat yang lebih aman: Masjid Jami Albahriyah, yang kini berfungsi sebagai pos pengungsian. Suasana terlihat haru, bercampur lega.

"Sembako yang dibagikan 14 karung beras, 14 Dus mie instan,"

jelas Seto merinci bantuan yang dibawa.

Menurutnya, aksi seperti ini sebenarnya sudah rutin dilakukan setiap kali bencana melanda. Ini murni langkah kemanusiaan. Tujuannya sederhana: meringankan beban warga yang sedang kesulitan.

"Untuk memenuhi kebutuhan dasar: Memastikan warga memiliki makanan dan kebutuhan pokok selama masa pemulihan. Meringankan beban, mengurangi kesulitan warga yang mungkin terputus aksesnya karena banjir,"

ucapnya.

"Ini juga menunjukkan kehadiran pemerintah dan instansi terkait dalam penanganan bencana,"

sambung Seto. Kolaborasi antara Polri, TNI, dan pemda, katanya, adalah kunci. Upaya bersama ini diharapkan bisa sedikit menghangatkan situasi dan memberi kepastian bahwa warga tidak menghadapi krisis sendirian.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar