Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, bersuara keras mengenai hal ini.
"Penetapan ini mencerminkan tindakan awal dari upaya berkelanjutan untuk menggagalkan kekerasan dan destabilisasi yang dilakukan oleh cabang-cabang Ikhwanul Muslimin di mana pun itu terjadi," ujarnya.
Dia menegaskan, "Amerika Serikat akan menggunakan semua alat yang tersedia untuk merampas sumber daya dari cabang-cabang Ikhwanul Muslimin ini untuk terlibat dalam atau mendukung terorisme."
Langkah Washington ini langsung mendapat sambutan hangat dari Kairo. Otoritas Mesir, yang sudah lama berkonfrontasi dengan kelompok tersebut, menyambutnya sebagai "langkah penting" dalam perang melawan ekstremisme. Sebuah pujian yang bisa ditebak, tapi tetap signifikan.
Artikel Terkait
Iran Umumkan 108 Korban Jiwa Serangan di Sekolah Dasar, Tuding Israel dan AS
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Sebagian Jabodetabek Hari Ini
Pria di Tanjungpinang Diduga Bunuh dan Mutilasi Istrinya Sendiri
Liverpool Hancurkan West Ham 5-2, Kokoh di Posisi Kelima Klasemen