Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, bersuara keras mengenai hal ini.
"Penetapan ini mencerminkan tindakan awal dari upaya berkelanjutan untuk menggagalkan kekerasan dan destabilisasi yang dilakukan oleh cabang-cabang Ikhwanul Muslimin di mana pun itu terjadi," ujarnya.
Dia menegaskan, "Amerika Serikat akan menggunakan semua alat yang tersedia untuk merampas sumber daya dari cabang-cabang Ikhwanul Muslimin ini untuk terlibat dalam atau mendukung terorisme."
Langkah Washington ini langsung mendapat sambutan hangat dari Kairo. Otoritas Mesir, yang sudah lama berkonfrontasi dengan kelompok tersebut, menyambutnya sebagai "langkah penting" dalam perang melawan ekstremisme. Sebuah pujian yang bisa ditebak, tapi tetap signifikan.
Artikel Terkait
Era Emas Pekerja Eropa Berakhir, Pasar Tenaga Kerja Mulai Mendingin
Ikhwanul Muslimin Mesir Bantah Keras Cap Teroris dari AS
Pengusaha Djunaidi Terbukti Suap Dirut BUMN Rp2,5 Miliar untuk Jaminan Proyek
Begal Payudara di Kembangan Berhasil Ditangkap, Anak Jadi Korban