Wacana mengembalikan pemilihan kepala daerah ke tangan DPRD lagi-lagi menuai reaksi. Kali ini, LSI Denny JA merilis data survei yang menunjukkan penolakan publik cukup kuat. Mayoritas responden, angkanya mencapai 66,1%, menyatakan kurang setuju atau bahkan sama sekali tidak setuju dengan ide pilkada tidak langsung itu.
Yang menarik, penolakan paling keras justru datang dari generasi termuda, Gen Z.
Survei ini digelar pada pertengahan Oktober 2025 lalu, melibatkan 1.200 responden dengan metode wawancara tatap muka. Margin of error-nya sekitar 2,9 persen. Menurut peneliti LSI Denny JA, Adrian Sopa, temuan ini konsisten di berbagai kelompok.
"Jadi dari data ini kita lihat bahwa di atas 65 persen menolak pilkada DPRD,"
kata Adrian saat memaparkan hasilnya di Jakarta, Rabu pekan lalu. Dia menambahkan, penolakan ini merata, baik dari kalangan perempuan maupun laki-laki. Tak peduli tinggal di desa atau kota, suara mayoritas tetap sama: tolak.
"Mereka yang tinggal di pedesaan menolak, secara mayoritas terhadap pilkada DPRD maupun yang ada di perkotaan menolak pilkada DPRD,"
Artikel Terkait
Tiga WNI Terjebak di Pulau Socotra Usai Serangan Udara Saudi
Bonus Rp 3,4 Miliar Jadi Kado Ultah Kejutan Martina dari Presiden
Prabowo Tersenyum Gelitik: Yang Namanya Prabowo, Semua Berprestasi!
Aset Dharmawangsa Nadiem Makarim Diusulkan Disita Jaksa di Sidang Korupsi