Amran Salah Sebut Gubernur, Panen Raya Karawang Bergema Tawa

- Rabu, 07 Januari 2026 | 13:20 WIB
Amran Salah Sebut Gubernur, Panen Raya Karawang Bergema Tawa

Acara panen raya di Cilebar, Karawang, Rabu (7/1/2026) itu seharusnya berjalan mulus. Presiden Prabowo Subianto hadir, deretan menteri dan pejabat tinggi negara memenuhi panggung. Fokusnya adalah pengumuman swasembada pangan. Tapi, justru ada momen kecil yang bikin semua orang tersenyum, bahkan tertawa.

Momen itu datang dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Saat memberi sambutan, ia menyapa satu per satu tamu penting. Sampailah ia pada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang juga hadir di tempat.

Namun begitu, nama yang keluar dari mulut Amran bukan "Dedi Mulyadi".

"Gubernur Jawa Barat, Pak Ridwan Kamil. Eh, astagfirullah," ujarnya.

Amran langsung menutup mulutnya, menyadari kekeliruan. Ekspresinya campur aduk antara kaget dan lucu.

Suasana pun langsung hidup. Tawa dan tepuk tangan riuh menggema dari para hadirin. Dedi Mulyadi sendiri, yang tersasar namanya, hanya tersenyum lebar dan ikut tertawa. Nampak ia tak mempermasalahkan kesalahan panggil itu.

Amran buru-buru memperbaiki kekhilafannya. Tapi, alih-alih serius minta maaf, dia malah bercanda soal tradisi yang mewajibkan potong kambing kalau salah menyebut nama.

"Kang Dedi Mulyadi, jadi beliau saya selalu telepon. Ini harus potong kambing, ya, kalau salah nama?" kata Amran, mencairkan suasana.

Barulah kemudian ia memohon maaf dengan tulus.

"Maaf, Pak Gubernur sahabatku. Sering telepon-teleponan Pak Mentan ini irigasi, ada irigasi," lanjutnya, sebelum kembali melanjutkan pidato inti tentang capaian pangan.

Menurut sejumlah saksi, kejadian spontan itu justru menghangatkan acara. Di panggung, selain Presiden Prabowo, hadir banyak wajah familiar. Sebut saja Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Pangan Zulkifli Hasan, hingga Mendagri Tito Karnavian. Tak ketinggalan Kapolri Listyo Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Jadi, di balik keseriusan agenda nasional, terselip cerita tentang salah sebut nama yang justru diingat banyak orang. Human error yang justru terasa manusiawi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar