Hampir 2.100 hektare sawah di Banten terendam banjir. Kabar buruknya, ratusan hektar di antaranya dinyatakan puso atau gagal panen total. Kerugian petani pun tak terhindarkan.
Bencana ini menyebar di empat wilayah kabupaten dan kota. Dari total lahan yang tergenang, sekitar 178,5 hektare tanaman padi rusak tak terselamatkan. Cukup luas, dan pastinya sangat memukul perekonomian para petani di sana.
Menanggapi hal ini, Pemprov Banten tak tinggal diam. Mereka sudah menyiapkan bantuan benih untuk petani yang terdampak. Menurut Kepala Dinas Pertanian setempat, Agus M Tauchid, saat ini ada cadangan sekitar lima ton benih yang siap didistribusikan.
“Sesuai arahan Gubernur, kami akan menyalurkan bantuan benih,” ujar Agus di Serang, Rabu (7/1/2026).
“Kalau kebutuhan di lapangan ternyata lebih besar dari stok kita, ya kami akan langsung koordinasi dengan pemerintah pusat,” tambahnya.
Lantas, apa penyebabnya? Agus menyoroti cuaca ekstrem belakangan ini. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun berhari-hari diduga menjadi pemicu utama. Akibatnya, sungai-sungai meluap dan air genangan bertahan lama di areal persawahan. Lama genangan itulah yang kemudian merusak tanaman.
Kini, fokusnya adalah pemulihan. Bantuan benih menjadi langkah pertama untuk mengembalikan harapan petani agar bisa segera bertanam lagi.
Artikel Terkait
Gempa M 7,1 Guncang Sabah Malaysia, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa M 7,0 Guncang Tana Tidung, Tak Berpotensi Tsunami
480 Ribu Tiket Kereta Lebaran 2026 Ludes Terjual, Pemprov DKI Fokuskan Eksekusi Program
Anggota DPR Ingatkan Penerima Beasiswa LPDP: Dana dari Rakyat, Kewajiban Kembalikan ke Negeri