Dubes RI di Caracas Soroti Kondisi WNI dan Tanda Perbaikan di Venezuela

- Senin, 05 Januari 2026 | 19:20 WIB
Dubes RI di Caracas Soroti Kondisi WNI dan Tanda Perbaikan di Venezuela

Dari Caracas, Duta Besar RI untuk Venezuela, Fikry Cassidy, akhirnya memberikan penjelasan mengenai situasi terkini di negara itu. Pasca aksi militer Amerika Serikat dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro, ia melihat ada tanda-tanda perbaikan. Kabar ini tentu melegakan.

Hal pertama yang ditekankan Dubes Fikry adalah soal keselamatan Warga Negara Indonesia. Ia memastikan semua WNI dan aset-aset perwakilan kita di sana dalam kondisi aman. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk saat ini.

"Kondisi WNI, aset KBRI semua dalam keadaan aman saat ini," kata Fikry kepada detikcom, Senin lalu.

Ia menambahkan, "KBRI terus berkomunikasi dengan WNI melalui jaringan komunikasi yang masih berfungsi normal saat ini."

Namun begitu, pihaknya tak tinggal diam. Menghadapi ketidakpastian, rencana cadangan sudah disusun matang untuk berbagai skenario yang mungkin terjadi. Mereka tak mau ambil risiko.

"KBRI sudah melakukan sosialisasi "contigency plan" berdasarkan skenario yang mungkin terjadi," imbuh Fikry. "Kami juga telah memberikan "advice" langkah-langkah yang perlu dilakukan para WNI apabila skenario tersebut terjadi."

Lalu, bagaimana suasana kota Caracas sendiri? Menurut penuturan Dubes, situasi sempat sangat mencekam. Sabtu lalu, kota itu terasa lebih sunyi dari hari-hari biasa. Hampir semua aktivitas publik terhenti.

"Per hari Sabtu pascapenyerangan AS, situasi kota Caracas lebih sepi dari biasanya," ujarnya mendeskripsikan.

Pusat perbelanjaan tutup. Pom bensin mengunci pintu. Supermarket dan angkutan umum juga tak beroperasi. Hanya beberapa toko swalayan 24 jam yang masih berani buka. Di beberapa area, listrik dan air pun padam. Warga memilih untuk berdiam di rumah, menunggu situasi menjadi jelas.

Meski demikian, dari balik ketegangan itu, Fikry Cassidy menangkap secercah harapan. Ia menyebut kondisi di Venezuela mulai menunjukkan perbaikan. Sebuah perkembangan yang dinantikan banyak pihak.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar