Inggris dan Prancis baru-baru ini menggelar serangan militer gabungan. Sasaran mereka? Target kelompok radikal Islamic State (ISIS) di wilayah Suriah. Menurut keterangan resmi dari kedua negara, serangan yang dilancarkan pada hari Minggu (4/1) itu dimaksudkan untuk mencegah kebangkitan kembali kelompok ekstremis tersebut.
Operasi ini tak muncul tiba-tiba. Ia merupakan bagian dari Operation Inherent Resolve, sebuah misi internasional yang dipimpin Amerika Serikat untuk melawan ISIS di Irak, Suriah, dan Libya. Pernyataan militer Prancis, seperti dilansir AFP pada Senin (5/1/2026), dengan tegas menyebut hal itu.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Inggris mengeluarkan pernyataan terpisah. Mereka mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Prancis telah dilakukan sejak Sabtu (3/1) malam. Fokusnya adalah membombardir sebuah fasilitas bawah tanah di Suriah.
"Pesawat-pesawat Angkatan Udara Kerajaan telah menyelesaikan serangan yang sukses terhadap Daesh dalam operasi gabungan dengan Prancis," begitu bunyi pernyataan mereka.
Fasilitas yang dihancurkan itu diduga kuat dipakai ISIS atau Daesh untuk menyimpan persenjataan dan bahan peledak. Kabar baiknya, area sekitarnya disebut-sebut tidak berpenghuni.
Artikel Terkait
Ayah Kandung di Kubu Raya Diringkus Warga Usai Perkosa Anak 11 Tahun Berulang Kali
Doktif Tuntut Penyitaan Akun Medsos dr Richard Lee di Polda Metro
Washington Klaim Kendali Penuh atas Venezuela, Minyak Jadi Taruhan Utama
Pemeriksaan dr. Richard Lee Dihentikan Dini Hari, Kesehatan Tersangka Memburuk