Angka yang dilaporkan BNPB sungguh mencengangkan: lebih dari 171 ribu rumah rusak hingga hancur total akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kerusakan yang begitu masif ini tentu saja meninggalkan luka mendalam bagi para penyintas. Menyikapi situasi itu, Dompet Dhuafa pun bergerak dengan target ambisius namun mendesak: membangun seribu unit Rumah Sementara atau Rumtara untuk mereka yang kehilangan tempat tinggal.
Pembangunannya akan dilakukan bertahap dan tersebar di ketiga provinsi. Untuk tahap awal di bulan Januari ini, ditargetkan 200 unit bisa diselesaikan. Langkah pemulihan ini sudah mulai terlihat wujudnya. Beberapa waktu lalu, lima unit Rumtara pertama telah diresmikan di Tamiang Kota, Kabupaten Aceh Tamiang. Setelah itu, giliran wilayah-wilayah lain seperti Pidie Jaya, serta titik-titik di Sumut dan Sumbar yang akan menyusul.
Rumtara ini nantinya dibangun di atas lahan milik penerima manfaat sendiri, dengan ukuran standar 4,8 x 4,8 meter. Prioritasnya diberikan kepada para penyintas yang sudah lebih dari sebulan terpaksa menghuni tenda pengungsian. Setidaknya, ini jadi tempat berteduh yang lebih layak sambil menata kembali hidup.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, menyebut bahwa target satu tahun untuk seribu unit ini membutuhkan dukungan luas.
"Kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, mitra-mitra kebaikan dan donatur untuk mendukung terwujudnya target ini. Dan hari ini, Rabu lalu, kita sekaligus resmikan berjalannya program 1.000 Rumtara Untuk Sumatera," ujar Ahmad Juwaini dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/1/2026).
Lebih dari sekadar bangunan fisik, Rumtara diharapkan menjadi ruang aman yang memberi harapan. Terutama bagi kelompok paling rentan.
"Melalui Rumtara, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar bangunan fisik. Kami ingin menghadirkan harapan, bahwa setelah bencana, masa depan masih bisa diperjuangkan. Prioritas kita adalah lansia yang rumahnya hancur total, janda, yatim, termasuk ustaz atau guru honorer," jelas Ahmad.
Selain hunian, Dompet Dhuafa juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti akses air bersih, listrik, taman bermain, dan mushola di sekitar area Rumtara. Pemulihan memang tak hanya soal tempat tinggal. Mereka juga menggarap bidang kesehatan dengan merencanakan reaktivasi klinik, membuka pos gizi, dan layanan khusus difabel. Di sektor pendidikan, ada program Sekolah Ceria, bantuan perlengkapan belajar, hingga renovasi sekolah yang rusak.
Artikel Terkait
Ayah Kandung di Kubu Raya Diringkus Warga Usai Perkosa Anak 11 Tahun Berulang Kali
Doktif Tuntut Penyitaan Akun Medsos dr Richard Lee di Polda Metro
Washington Klaim Kendali Penuh atas Venezuela, Minyak Jadi Taruhan Utama
Pemeriksaan dr. Richard Lee Dihentikan Dini Hari, Kesehatan Tersangka Memburuk