Di sisi lain, tekanan untuk segera bertindak juga disuarakan dari kalangan dewan. Albert, anggota DPRD Agam, menegaskan bahwa luapan air sungai ini adalah masalah serius yang dampaknya langsung terasa. Rumah-rumah warga terancam, dan gelombang pengungsian pun tak terelakkan.
“Ini perlu kajian ilmiah terhadap kultur tanah yang ada di hulu sungai bahwa perbukitan di salingka Danau Maninjau,” tegasnya.
Ia punya harapan besar. Albert berharap semua pihak, dari pemerintah daerah hingga pusat, bisa duduk bersama dan mengambil langkah nyata. Tujuannya jelas: mencari solusi permanen agar teror banjir bandang ini tidak berulang.
“Ini harus dicarikan solusinya seluruh pihak, agar masyarakat menjadi nyaman dan aman tinggal di sepanjang aliran sungai,” pungkas Albert. Nada suaranya terdengar pilu, tapi penuh desakan.
Artikel Terkait
Vonji 1,5 Tahun untuk Isa Rachmatarwata, Hakim Soroti Tak Ada Keuntungan Materiil
Peluru Nyasar Lukai Mata Bocah, Wali Kota Medan Tanggung Biaya Operasi
Pemeriksaan Hellyana Rampung, Kuasa Hukum Sebut Ijazah Tak Pernah Dipersoalkan
Korsleting di Dapur Panti Wredha Manado, 17 Lansia Meninggal Dunia