Berita tentang serangan Amerika Serikat di Venezuela, yang konon sampai menculik Presiden Nicolas Maduro, bikin gempar. Reaksi dari negara-negara tetangga di Amerika Latin pun beragam banget. Ada yang langsung angkat jempol, tapi tak sedikit juga yang mencela habis-habisan operasi yang digagas pemerintahan Donald Trump itu.
Kalau dilihat dari berbagai pernyataan yang muncul, sepertinya kawasan ini lagi mengalami perpecahan politik yang cukup dalam. Sejumlah negara, seperti Kolombia, Brasil, bahkan Meksiko, secara tegas mengutuk aksi AS tersebut. Mereka juga mendesak PBB untuk turun tangan dan cari jalan damai. Uruguay dan Kuba juga ikut bersuara lantang mengecam.
Di sisi lain, ada juga yang menyambut gembira kabar penangkapan Maduro itu. Argentina, Paraguay, dan Ekuador termasuk yang memberi pujian. Sementara Panama lebih memilih menyatakan dukungannya kepada pihak oposisi Venezuela. Mereka percaya kelompok oposisilah yang sebenarnya menang pemilu 2024 lalu, meski situasinya masih penuh tanda tanya.
Lalu ada Guatemala yang bersikap lebih hati-hati, cuma menyerukan agar dialog diperbanyak lagi.
Nah, yang cukup menarik adalah tanggapan dari Presiden El Salvador, Nayib Bukele. Dia dikenal sebagai sekutu Trump dan sering mengkritik Maduro. Kali ini, Bukele balas menyerang kritik dari Senator AS Chris Van Hollen yang menyayangkan tindakan pemerintahannya.
Lewat akun X-nya, Bukele dengan nada sinis menulis, "Jadi Anda hanya ingin membela para preman."
Unggahannya itu sekaligus jadi sindiran balik untuk cuitan Hollen. Begitulah situasinya. Satu peristiwa, dua kubu yang berseteru. Dunia politik Amerika Latin lagi panas-panasnya.
Artikel Terkait
Panglima TNI Izinkan Prajurit Bantu Polri Berantas Aksi Begal di Sejumlah Wilayah
PT KCN Salurkan 33 Ekor Hewan Kurban ke Masyarakat Cilincing dan Marunda Sambut Iduladha
Survei: 70 Persen Anak Muda Lebih Pilih Chat daripada Angkat Telepon, Kecemasan Jadi Faktor Utama
Mitra Statistik BPS 2026 Wajib Unggah Pakta Integritas, Gaji Diperkirakan Rp3–5 Juta per Bulan