Di sisi lain, Washington sendiri masih bungkam. Pemerintah AS belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan yang dilontarkan Caracas. Namun, ceritanya jadi lain kalau kita lihat laporan dari dalam negeri mereka.
Sejumlah media terkemuka AS, sebut saja CBS News dan Fox News, mengutip keterangan pejabat pemerintah yang enggan disebut namanya. Menurut para pejabat anonim ini, militer AS memang berada di balik rentetan serangan di ibu kota Venezuela tersebut. Informasi ini, tentu saja, menambah panas suasana.
Menanggapi situasi yang makin runyam, Maduro pun mengambil langkah tegas. Ia dikabarkan telah menandatangani penetapan "keadaan darurat eksternal".
Tak cuma itu. Dia juga memerintahkan agar semua rencana pertahanan nasional segera disiagakan. Semuanya harus siap diimplementasikan kapan saja, jika situasi mengharuskannya. Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah Venezuela memandang ancaman yang mereka rasakan pagi itu.
Artikel Terkait
Eddy Hiariej Buka Suara: Tiga Jenis Penangkapan di KUHAP Baru Tak Perlu Izin Hakim
Eddy Hiariej Bantah Isu Polisi Superpower, Klaim KUHAP Baru Beri Kepastian Hukum
Setelah Banjir Terus Menerjang, 200 Santri di Bali Bertahan Belajar Tanpa Meja dan Buku
Nadiem Makarim Hadapi Dakwaan Chromebook, Disambut Sorak Driver Ojol di Pengadilan